Sabtu, 11 April 2026

Berita Pangkalpinang

Belajar Tatap Muka Terbatas Tingkat SMA/SMK di Babel Tergantung Level PPKM dan Kondisi Daerah

Pemerintah telah mengizinkan seluruh sekolah di Indonesia menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Penulis: Riki Pratama |
Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Ervawi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah telah mengizinkan seluruh sekolah di Indonesia menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Pelaksanaan PTM dilakukan, mengikuti pengaturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di daerah masing-masing.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Ervawi, kepada Bangkapos.com, Rabu (18/8/2021) di tempat kerjanya.

Ervawi mengatakan, sekolah yang boleh melakukan PTM terbatas yaitu untuk wilayah masuk PPKM Level 3 saja, sementara daerah Level 4 belum diizinkan.

"Jadi kalau masalah tatap muka permintaan mengizinkan untuk daerah yang masuk dalam PPKM level 3 saja, itupun kapasitasnya hanya 50 persen. Artinya tidak jadi masalah asalkan melakukan koordinasi dengan tim Satgas Covid-19 setempat, kemudian laksanakan prokes dengan ketat," jelas Ervawi kepada Bangkapos.com, Rabu (18/8/2021).

Dia menjelaskan saat ini, hanya Kabupaten Bangka yang masuk dalam PPKM Level 4 berdasarkan data yang disampaikan pemerintah pusat. Sehingga tidak dibolehkan dilakukan kegiatan PTM di sekolah.

"Untuk level 4 di Kabupaten Bangka tidak boleh 100 persen melakukan PTM. Sekarang ini juga belum banyak sekolah yang masuk level 3 melaksanana PTM, mungkin hanya 20 persen saja," kata Ervawi.

Ervawi mengatakan, pemprov saat ini juga menunggu waktu pengumuman perpanjangan PPKM di Bangka Belitung pada 23 Agustus mendatang.

"Kita tunggu Minggu depan saat pengumuman apakah kita naik level atau turun level. Kalau semua daerah di Babel dinyatakan turun level nanti, tentunya akan dapat melaksnakan 50 persen PTM nantinya," harapnya.

Dalam pembatasan PTM di sekolah , kata Ervawi, dilakukan seperti pengurangan jam belajar di sekolah, tidak dizinkan belanja di kantin dan tidak ada kegiatan olahraga bersama.

"Kantin masih diminta tutup, kemudian pembelajaran olahraga belum dalap dilakukan, jam pembejaran juga kurang, tidak sampai sore," lanjutnya.

Kemudian berkaitan dengan, vaksinasi guru, Ervawi mengatakan sebanyak 74,10 persen dari total 4.329 guru tenaga kependidikan di Babel telah divaksinasi.

"Guru yang divaksin sudah 74,10 persen dari jumlah, guru tenaga kependidikan 4.329, yang sudah divaksin 3.208, belum divaksin 1.121 orang. Ini masih berjalan kita harapkan hingga berakhir Agustus mencapai 85 persen dari target 100 persen," terangnya.

Ervawi, menegaskan vaksinasi terhadap guru ini dianggap penting, karena masuk dalam kelompok rentan dengan banyak guru yang telah berusia tua dengan penyakit bawaan.

"Guru ini lebih rentan dibandingkan siswa yang imunya masih kuat. Sehingga harus segera divaksin karena banyak guru di Babel ini menderita diabetes dan usia lanjut, sehingga perlu menjadi perhatian," tuturnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved