Breaking News:

Opini

Merdeka (dari) Malaadministrasi

Mohammad Hatta mengatakan "Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya tetapi semata‑mata membela cita‑cita"

Editor: Agus Nuryadhyn
Merdeka (dari) Malaadministrasi
ISTIMEWA
Agung Nugraha - Asisten Pratama Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung

* Agung Nugraha - Asisten Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung

BANGKAPOS.COM - Peringatan Detik‑detik Proklamasi Kemerdekaan menjadi kesempatan bagi warga negara Indonesia tidak sekadar mengenang jasa‑jasa pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menciptakan keadilan dalam rangka memupuk nasionalisme.

Mohammad Hatta mengatakan "Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya tetapi semata‑mata membela cita‑cita". 

Pahlawan pada era kontemporer bukan untuk dipersiapkan melawan penjajahan, tetapi dipersiapkan untuk mencapai cita‑cita yang mengedepankan hak‑hak masyarakat sipil yang berkeadilan.

Yudi Latif (210‑212:2016) cenderung menekankan pentingnya reformasi manajemen birokrasi pada peran aparatur yustisia agar memiliki integritas. Akan tetapi, penting juga menekankan pada integritas pada penyelenggara pelayanan publik, seperti kepala daerah dan pelaksana pelayanan publik dari tingkat pusat dan daerah sampai pada tingkat terendah, yaitu desa.

Memandang pelayanan publik tidak sekadar pada persoalan administratif saja, tetapi juga penyediaan sarana dan prasarana bagi masyarakat untuk melakukan pemberdayaan dan pembangunan sosial‑ekonomi. Ini yang menjadi hakikat utama dari penyelenggaraan pelayanan publik yang masih belum diketahui oleh masyarakat pada umumnya.

Baca juga: Aktualisasi Nilai-nilai Ketangguhan Kemerdekaan Dahulu, Kini, dan Nanti (Bagian-1)

Merujuk pada Peraturan Ombudsman Nomor 26 Tahun 2017 menyebutkan salah satu bentuk malaadministrasi adalah tidak memberikan pelayanan, yaitu perilaku mengabaikan tugas layanan sebagian atau keseluruhan kepada masyarakat yang berhak atas layanan tersebut.

Pada akhir‑akhir ini, kita masih dihadapkan pada persoalan anak‑anak di suatu daerah yang bersusah payah menaiki bukit untuk mendapatkan jaringan internet untuk pembelajaran luar jaringan/online.

Selain itu kurang optimal penyediaan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi bagi masyarakat termarginalkan atau kelompok rentan miskin di suatu daerah.

Bahkan, masih terdapat ibu hamil yang meninggal dunia karena tidak ada infrastruktur dan tenaga kesehatan.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved