Breaking News:

Opini

Sejarah dan Hikmah di Hari Jadi Pramuka

Organisasi kepanduan dimulai tahun 1912 dengan dibentuknya Nederlandsche Padvinders organisatie (NPO)

Editor: Agus Nuryadhyn
posbelitung/suharli
Tim Kwaran Gantung, saat mengikuti lomba Evakuasi Rubber Boat bertempat di Sekretariat Kwaran Kelapa Kampit. Minggu (14/2/2021) (ilustrasi) 

Nizar SAg SPd

Kepala SMAN 1 Simpang Pesak dan Anggota Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan (Pusdiklatcab) Kabupaten Belitung Timur

BANGKAPOS.COM - Sejak tahun 1961, Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Tahun ini, Pramuka Indonesia memperingati Hari Pramuka ke-60. Jika melihat ke belakang, kepramukaan sendiri merupakan bagian dari sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

Sejarah Pramuka di Indonesia tdak akan terlepas dari sjarah internasional terbentuknya kepanduan. Gerakan kepanduan pertama kali dikembangkan oleh seorang angkatan darat di Inggris.

Dia penulis bukunya  Scoting for Boys yang bernama Lord Robert Baden Powel of Gilwell. Awalnya, gerakan ini untuk membina kaum muda Inggris yang terlibat  kekerasan dan kriminal di tahun 1906–1907. 

Buku ini menjadi panduan untuk melatih keterampilan dan ketangkasan, cara bertahan hidup hingga pengembangan dasar‑dasar moral. Pembinaan inilah kemudian yangberkembang menjadi Gerakan Kepanduan.

Organisasi kepanduan dimulai tahun 1912 dengan dibentuknya Nederlandsche Padvinders organisatie (NPO). Kemudian setelah perang dunia 1 (1914–1918), organisasi ini berganti nama  menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) setelah itu muncullah organisasi kepanduan yang diprakarsai Mangkunegara VII yang bernama Javaansshe Padvinders Organisatie.

Baca juga: Merdeka (dari) Malaadministrasi

Ada juga berdiri National Padvinderij.

Kehadiran kedua organisasi ini, kemudian diikuti pembentukan organisasi sejenisnya. Setelah tahun 1941 eksistensi organisasi kepanduan di Indonesia kesulitan. Hingga tahun 1961, Gerakan  Pramuka resmi ditetapkan melalui keputusan Presiden Indonesia Nomor 238 Tahun 1961.

Dalam keputusan ini juga dijelaskan bahwa satu satunya organisasi kepanduan yang bertugas menyelenggarakan pendidikan bagi anak–anak dan Pemuda Indonesia. Pada tanggal 14 Agustus 1961 dilantiklah Sri Sultan Hamengkubowono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved