Breaking News:

Tes Antigen di Lokasi Puskesmas hingga ke Rumah Warga

TOBOALI - "Kami akan datang ke rumah, melihat Demam Awer ini seperti apa dan kami akan memeriksanya," ungkap

Editor: Fery Laskari
Diskominfo Babel
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat mengunjungi Puskesmas Tanjung Labu di Pulau Lepar yang sedang melaksanakan vaksinasi, Rabu (18/08/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - "Kami akan datang ke rumah, melihat demam awer ini seperti apa dan kami akan memeriksanya," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman saat mengunjungi Puskesmas Tanjunglabu di Pulau Lepar yang sedang melaksanakan vaksinasi, Rabu (18/08/2021). 

Sementara itu Erzaldi tiba di Puskesmas bersama Kepala Dinas Kesehatan Babel dan Bangka Selatan, Camat Lepar Pongok, Kades Tanjung Labu langsung berdialog dengan warga yang sedang melaksanakan vaksinasi. 

Karena mendengar banyak warga yang meninggal dunia disebabkan sebelumnya menderita Demam Awer (salah satu penyakit musiman yang dipercaya oleh masyarakat Pulau Lepar).

"Masalah e ku lum suah nenger deman ne, (masalahnya saya belum pernah dengar demam ini -red)," katanya dalam bahasa lokal kepada masyarakat.

Dalam laporan yang masuk ke  Erzaldi, dikatakannya dengan gejala berupa demam, batuk, pilek, sesak nafas. Batuk pilek biasa menurutnya, tetapi jika disertai sesak nafas ini tergolong berat. 

"Terserah ikak nek madah Demam Awer, tapi kewajiban kami nek ngelindung ikak. Jangan sampai kelak, Awer ne kemana-mana (terserah kalian mau bilang ini demam awer, tapi kewajiban kami mau melindungi kalian. Jangan sampai nanti, awer ini kemana-mana -red)," katanya lagi.

Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa jika gejala batuk pilek ini disertai sesak nafas, ini sangat berbahaya. 
Dikhawatirkan jika orang-orang tua yang juga harus tertular. Usia 60 tahun ke atas dikhawatirkan sulit melawan penyakit ini dan berakhir dengan meninggal dunia. 

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa Satgas tracing dan tracking juga akan diturunkan untuk memastikan jumlah terdeteksi positif Covid-19 yang kemudian harus dilakukan Isolasi Terpusat (Isoter) dan jika terlalu banyak maka pemerintah akan mendatangkan bantuan Isoter dari Kapal TNI.  

Pada kesempatan ini, 10 sampel warga diminta untuk dilakukan tes rapid antigen dengan hasil negatif. Forkopimda Babel ini, melanjutkan dengan mendatangi sampel rumah dengan penghuni yang sedang sakit dengan gejala tertentu untuk di periksa dan tracking lanjutan.(*)

Penulis: Nona DP

Editor: Lisia Ayu 

Foto: Saktio

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved