Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tes PCR di Labkesda Bangka Belitung Kini Hanya Rp500 Ribu, Per Hari Dibatasi 100 Sampel

Tarif pemeriksaan swab polimerase rantai ganda (PCR) berbayar di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkeda) Dinas Kesehatan Bangka Belitung

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Dok/Labkesda
Loket pendaftaran tes PCR di di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Tarif pemeriksaan swab polimerase rantai ganda (PCR) berbayar di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkeda) Dinas Kesehatan Bangka Belitung turun menjadi Rp500.000 mulai hari ini, Rabu (18/8/2021).

Namun pengambilan sampel dibatasi menjadi 100 sampel per hari dengan jam operasional pendaftaran 08.00 WIB - 10.00 WIB serta pengambilan hasil pada jam 15.30 WIB - 16.30 WIB.

Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkeda) Dinas Kesehatan Bangka Belitung, Sujari mengatakan pembatasan jumlah sampel tersebut supaya kinerja dapat dilakukan dengan maksimal.

Pasalnya, UPTD Balai Labkesda Bangka Belitung juga melakukan pemeriksaan swab PCR yang dirujuk dari kabupaten/kota.

"Iya ada batasan, kemarin itu sampel banyak hampir 1.000, kita stop sementara, tetapi masih banyak juga jadi kita batasi, ini supaya kerja kita bisa maksimal untuk melayani rujukan juga. Kalau pada hari itu sudah 100, kelebihannya diharapkan daftar besok lagi," jelas Sujari saat ditemui bangkapos.com, Rabu, (18/8/2021).

Baca juga: Pesawat Ini yang Bikin Garuda Indonesia Terus Merugi Sampai 30 Juta Dolar, Meski Penumpangnya Penuh

Baca juga: Dijual Mahal hingga Rp 300 Juta, Begini Cara Menjual Koin Rp 1000 Kelapa Sawit

Dia menyebutkan penurunan tarif PCR ini sesuai dengan aturan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI.

"Kita mengikuti himbauan pak presiden yang dituangkan dalam edaran menteri kesehatan untuk menurunkan tarif PCR, kalau Sumatera maksimal Rp525 Ribu, kita ambil yang harga Rp500 Ribu, ini untuk membantu masyarakat juga, bila ada yang keperluan perjalanan atau pemeriksaan mandiri," kata Sujari.

Dia menilai dengan penurunan harga PCR, kemungkinan akan terjadi pemeriksaan secara mandiri oleh masyarakat.

"Kemungkinan ada penambahan, karena lebih murah, sekarang juga penerapan pemerintah untuk tracking pakai antigen saja, mudah-mudahan dengan tes antigen untuk tracking, pemeriksaan PCR rujukan di kita juga berkurang," kata Sujari.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved