Breaking News:

Advertorial

Upacara HUT Ke-76 Republik Indonesia di Bangka Barat Menjadi Momentum Perlawanan Covid-19

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) BABAR menggelar upacara peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia di lapangan Atletik Komplek Perkantoran Pemkab BABAR

Editor: nurhayati
Ist/Upacara HUT Ke-76 Republik Indonesia di Bangka Barat
Upacara HUT Ke-76 Republik Indonesia di Bangka Barat Menjadi Momentum Perlawanan Covid-19 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat menggelar upacara peringatan HUT Ke-76 Republik Indonesia di lapangan Atletik Komplek Perkantoran Pemkab Bangka Barat, Selasa (17/8/2021) pagi.

Hadir Bupati Bangka Barat Sukirman, Kapolres Bangka Barat AKBP Agus Siswanto, Dandim 0431/ Bangka Barat Letkol Inf Agung Wahyu Perkasa dan sejumlah Forkopimda Bangka Barat. Dimulai pukul 07.00 WIB, Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming menjadi inspektur upacara, dengan komandan upacara Danramil 431-03/Kelapa Kapten Infanteri Muhammad Yusuf. Sedangkan Ketua DPRD Bangka Barat, Marudur Saragih membacakan teks proklamasi.

Sementara jumlah anggota Paskibraka kali ini sebanyak 26 orang yang terdiri dari 15 putra dan 11 putri, yang berasal dari SMA dan SMK di Kabupaten Bangka Barat.

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming selepas upacara mengatakan rasa syukurnya kegiatan upacara dapat berjalan lancar.

“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar dan semuanya termasuk Paskibraka luar biasa. Tempat Paskibraka ini sampai harus pindah dua kali tempat, tapi mereka tidak mengurangi kualitas mereka dalam mengibarkan bendera,” kata Bong Ming Ming, Selasa (17/8).

Selain itu dengan tema HUT Ke-76 RI yakni Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh, Bong Ming Ming mengungkapkan Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum perlawanan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 ini sudah mengganggu stabilitas negara kita dan untuk itu semua masyarakat termasuk Bangka Barat, harus menjadi tentara untuk melakukan perlawanan terhadap pandemi ini,” jelasnya.

“Lalu di momentum ke-76 Kemerdekaan, kita jadikan momentum untuk perlawanan terhadap Covid-19 dan momentum untuk memerdekakan negara kita terutama kabupaten kita dari cengkraman Covid-19,” tambahnya.

Upacara HUT Ke-76 Republik Indonesia di Kabupaten Bangka Barat
Menjadi Momentum Perlawanan Covid-19
Upacara HUT Ke-76 Republik Indonesia di Kabupaten Bangka Barat Menjadi Momentum Perlawanan Covid-19 (Ist/Upacara HUT Ke-76 Republik Indonesia di Bangka Barat Menjadi Momentum Perlawanan Covid-19)

Selain itu Bong Ming Ming juga mengajak masyarakat, untuk bersama-sama merayakan HUT Ke-76 Republik Indonesia dengan semangat kebersamaan.

“Ini juga untuk menjaga protokol kesehatan tapi bukan karena jumlah, tapi bagaimana semangat kita untuk merayakan HUT Ke-76 RI. Ini yang paling penting dan ini juga sudah virtual,  sehingga bisa disaksikan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Untuk pasukan delapan terdiri dari pembawa Baki Anastasia Nadira yang berasal dari SMAN 1 Muntok, Pengibar bendera Hafis Hilal Fahri dari SMAN 1 Parittiga, Jangkar Egi Firmansyah dari SMAN 1 Jebus dan Penggerek Bendera, Rendey Satia dari SMAN 1 Muntok.

93 Napi Dapat Remisi

Sementara sebanyak 93 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Muntok, mendapatkan remisi berkenan dengan HUT Ke-76 Republik Indonesia.

Karutan Kelas II B Muntok, Abdul Rasyid mengatakan dari 93 warga binaan terdapat empat di antaranya yang mendapatkan remisi hingga langsung bebas.

“Alhamdulillah sekarang kita melakukan remisi dalam rangka 17 Agustus 2021, hari kemerdekaan RI Ke- 76. Mereka ini dari kriminal dan narkoba, yang paling banyak saat ini kriminal umum. Untuk empat warga binaan ini, mereka semua itu kasus pencurian,”  kata Abdul Rasyid, Selasa (17/8).

Lebih lanjut warga binaan lain yang juga mendapat remisi 1 bulan sebanyak 41 warga binaan, 21 warga binaan mendapatkan remisi 2 bulan, lalu remisi 3 bulan sebanyak 23 warga binaan dan delapan warga binaan mendapatkan remisi 4 bulan.

“Kriteria yaitu yang jelas dia berkelakuan baik selama 6 bulan di dalam pelaksanaan pembinaan, serta mereka sudah menjalani masa hukum minimal 1 tahun. Kalau yanglangsung bebas dia memang langsung dari pusat, yang memang kita update dari database kita,” jelasnya.

Untuk warga binaan Rutan Kelas II B Muntok saat ini terdapat total 136 warga binaan, dengan hukuman tertinggi yakni 20 tahun sebanyak satu warga binaan yang terjerat kasus narkotika.

“Harapan agar yang telah bebas ataupun yang menerima remisi, agar tidak melakukan tindak kriminal yang baru lagi. Ingin mereka dapat menjalani kehidupan yang baru di luar lapas, serta dapat berkomitmen berinteraksi dengan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu satu diantara warga binaan yang mendapatkan remisi hingga bebas, Yan Solfi (28) mengaku tak akan kembali melakukan tindak pidana.

“Saya kena kasus pencurian 13 bulan 15 hari, bebas langsung ini bersyukur lah bisa bebas dan janji gak akan ngulangin lagi,” ungkap Yan Solfi. (adv/riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved