Husnul Khotimah

Ikhtiar Seorang Muslim Agar Mencapai Husnul Khotimah Sesuai Ajaran Rasulullah, Ini Amalan dan Doanya

Rasulullah SAW memberitahukan bahwa lawan iman adalah kesyirikan, maka setiap mukmin harus mohon perlindungan dijauhkan dari perbuatan kesyirikan...

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi __ Ratusan orang bergantian menggotong keranda 

Ikhtiar Seorang Muslim Agar Mencapai Husnul Khotimah Sesuai Ajaran Rasulullah, Ini Amalan dan Doanya

BANGKAPOS.COM -- Seperti diketahui, kematian atau maut adalah rahasia Allah SWT.

Kendati demikian, banyak yang meyakini bahwa akhir hidup seseorang sesuai dengan amal selama hidup di dunia.

Karenanya, meninggal dunia dalam kondisi husnul khotimah adalah dambaan setiap umat muslim.

Dengan meninggal husnul khotimah, berarti seorang muslim menghadap Sang Pencipta dalam kondisi baik.

Husnul khatimah adalah akhirnya yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebakan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca juga: Doa Pendek Buat Ibu Hamil Agar Lancar saat Persalinan, Ada Terjemahan dan Mudah Dihafalkan

Husnul khatimah merupakan karunia terbesar dari Allah SWT yang tak tertandingi oleh apa pun, pahalanya pasti surga.

Dengan meninggal husnul khotimah, berarti seorang muslim menghadap Sang Pencipta dalam kondisi baik.

Berbeda dengan khusnul khotimah, seorang muslim meninggal dalam keadaan tidak baik, penuh dosa.

Orang meninggal husnul khotimah tentu saja karena amalan baiknya selama hidup.

Menurut Imam Sufyan al-Tsauri, ada empat ikhtiar yang dapat dilakukan untuk menggapai husnul khotimah:

1. Menjaga Iman dengan Istikamah

Siapa pun yang menginginkan terjaga iman dan ketakwaannya, hendaklah menjauhi hal-hal yang bisa merusak iman dan ketakwaannya.

Bertaubat dari segala dosa dan kemaksiatan, terutama terhadap syirik.

Baca juga: Bacaan Doa Sapu Jagat dalam Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya, Amalan Sering Dibaca Rasulullah

Untuk meneguhkan iman kita, Allah SWT telah mengajarkan kepada kita doa yang terdapat dalam al-Qur’an surat Ali Imran/2 ayat 8;

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami. Dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

Rasulullah SAW memberitahukan bahwa lawan iman adalah kesyirikan, maka setiap mukmin harus mohon perlindungan dijauhkan dari perbuatan kesyirikan, Rasulullah SAW mengajarkan doa,

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui.” (HR. Abu Ya’la, dishahihkan al-Albany)

2. Berikrar untuk motivasi keimanan

Dalam ikrar yang diucapkan dan ditanamkan dalam dada secara sungguh-sungguh dapat memberikan semangat dalam mengerjakan sesuatu, terutama ibadah.

Baca juga: Buat Para Suami, Baca Doa Sebelum Hubungan Suami Istri ini, Agar Perkasa di Ranjang

Allah SWT mengajarkan ikrar dalam kitab-Nya;

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al An’am/6: 162).

Lebih lagi bila ikrar diucapkan terus menerus, maka hunjaman kedalam sanubari lebih kuat lagi, terlebih ikrar yang diajarkan oleh Nabi SAW,

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبـًّا، وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنـًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُولاً

Artinya: “Aku ridha Allah sebagai Tuhanku dan Muhammad sebagai nabi dan rasul (Allah)”. (HR. at Tirmidzi).

Rasulullah SAW menyatakan, barangsiapa mengucapkannya pada sore hari 3 kali dan pagi hari setelah shalat subuh, maka pada hari kiamat Allah ridha kepada hamba itu.

3. Berdoa kepada Allah

Nabi Yusuf AS memberikan contoh doa husnul khatimah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Surat Yusuf, ayat 101;

تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Artinya: “Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh.”

Baca juga: Baca Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW ini Jika Ingin Terbebas dari Utang, Insyaallah Mustajab

Baca juga: Bacaan Doa Agar Hajat Dunia Akhirat Kita Selalu Terpenuhi

4. Berdizkir kepada Allah

Allah SWT memberikan janji yang setiap kita mengerjakannya pasti Allah akan memberikannya. Karena Allah tidak mungkin menyelisihi janji-Nya. Allah berfirman dalam Al-Quran, Surat al Baqarah ayat 152,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

Artinya: “Maka ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian.”

Tatkala kita menjelang ajal, tiada yang dapat kita harapkan, istri yang kita cintai terkadang waktu naza’ tidak dapat menunggui, anak yang kita timang-timang dan kasihi, seringkali ketika orangtuanya naza tak kunjung datang di samping pembaringan. Ayat di atas menegaskan janji Allah, bahwa siapa pun yang senantiasa berdzikir kepada Allah SWT, maka Allah akan senantiasa mengingat orang itu. Allah akan selalu memberinya petunjuk dan pertolongan hingga orang itu meninggal dalam keadaan mengingat-Nya.

Selain itu, Ustadz Buya Yahya dalam tausiyahnya menyebut, jika seseorang ingin meninggal dunia secara husnul khotimah, di antaranya mendekatkan diri kepada Allah SWT selama hidup di dunia, berlaku baik, dan tidak sombong.

1. Mendekatkan diri kepada sang pencipta

Buya Yahya menegaskan tidak ada seorang pun tahu kapan dan bagaimana ajal menjemput dirinya maupun orang lain/

Maka dari itu katanya, kata Buya Yahya, umat muslim harus berprilaku baik dengan menjalankan perintahnya serta selalu mendekatkan diri pada sang pencipta.

Menurut Buya Yahya, sang pencipta akan memberikan petunjuk kepada siapapun yang dikehendakinya jika ajalnya telah tiba.

Allah juga bisa dengan mudah membalikkan hati seorang hamba jika sudah dikehendaki-Nya.

Maka dari itu katanya agar selalu menjaga sikap dan prilaku dalam segala hal.

Ia juga menyarankan agar selalu berdoa dan berharap meminta pertolongan sang pencipta.

Amalan mendekatkan diri dengan Allah SWT bermacam-macam, di antaranya mengerjakan sholat lima waktu, zikir, berdoa, rajin sedekah dan lain sebagainya.

2. Berlaku baik

Buya Yahya mengatakan, sesorang akan meninggal berdasarkan kebiasaannya waktu hidup.

Kalau kebiasaanya waktu hidup penuh dengan kemaksiatan, maka ia akan menemukan ajalnya dengan kemaksiatan.

Begitu pula jika orang membiasakan hidupnya dengan kebaikan maka ia akan meninggal dengan kebaikan.

"Tapi sebetulnya apapun itu kita tidak tahu bagaimana ajal kita, akhir hidup kita, maka dari itu sibuklah untuk berbuat baik," kata Buya Yahya.

3. Jangan sombong

Hal lain yang harus dilakukan kaya Buya Yahya adalah tidak sombong.

"Kalau anda sudah meyakini bahwa bagaimana ajal menjemput nantinya, maka dia akan selalu berhati-hati. Dia tidak akan mudah menyombongkan dirinya sendiri,"

"keyakinanmu saat ini, imanmu saat ini tidak akan mustahil bisa berubah suatu ketika nanti, maka jangan sombong,"

"kamu mengaku beriman saat ini, kuat keimananmu bukan hanya sekedar beriman dengan mulut tapi juga di hati, amalnya juga itu bukan berati tidak akan berubah karena sang penciptalah yang merubah hati hamba," kata Buya Yahya.

Doa Husnul Khotimah Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Sebagai umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar mencapai keadaan husnul khotimah saat meninggal dunia.

Rasulullah SAW selalu mengajarkan agar umatnya mendapatkan husnul khotimah (akhir yang baik).

Dalam doa, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca:

Allahummaj'al khayra 'umri akhirahu, wakhaira 'amali khawatimahu, wa khaira ayyami yauma al-qaka.

Artinya: Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya, dan jadikan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan jadikan sebaik-baik hariku pada saat aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat). (HR Ibnu As-Sunni).

Adapun bacaan doa meminta agar meninggal husnul khatimah terkandung dalam Al Quran Surat Ali Imran yaitu:

Rabbana innana sami'na munadiyay yunadi lil-imani an aminu birabbikum fa amanna rabbana fagfir lana zunubana wa kaffir 'anna sayyi`atina wa tawaffana ma'al-abrar.

Artinya adalah: “Ya Rabb Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan Rasulullah) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kalian kepada Rabb kalian!”, maka kami pun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa besar kami, hapuskanlah dari kami dosa-dosa kecil kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran: 193).

(*/ bangkapos.com)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved