Minggu, 10 Mei 2026

Profil Habib Bahar bin Smith, Silsilah Keluarga, Kehidupan Pribadi Hingga Kontroversi

Bahar bin Smith dikenal sebagai seorang ulama dan pendakwah yang kontroversial.

Tayang:
Editor: fitriadi
Tribunnews.com
Profil Habib Bahar bin Smith 

BANGKAPOS.COM - Habib Bahar bin Smith kembali jadi sorotan.

Namanya mencuat lagi setelah berkelahi dengan napi kasus pembunuhan berantai, Ryan Jombang.

Keduanya terlibat perkelahian di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Aksi kekerasan dan tindak pidana melibatkan Habib Bahar bukan sekali ini terjadi.

Seperti diketahui, Habib Bahar bin Smith divonis 3 tahun penjara oleh PN Bandung setelah terbukti melakukan penganiayaan terhadap dua remaja pada 2019.

Bahar kemudian mendapatkan asimilasi pada 15 Mei 2020, ia keluar dari Lapas Gunung Sindur dan pulang dengan dijemput oleh keluarga dan pengacaranya pada 16 Mei 2020.

Pada Selasa (19/5/2020), Bahar kembali dipenjara karena dinyatakan melanggar syarat asimilasi yaitu memprovokasi masyarakat serta melanggar PSBB.

Dan pada Minggu (15/8/2021) kemarin, Habib Bahar terlibat perkelahian dengan Ryan Jombang, sesama tahanan di Lapas Gunung Sindur.

Sosok Habib Habar

Bahar bin Smith memiliki nama lengkap Sayyid Bahar bin Ali bin Smith adalah seorang ulama dan pendakwah Indonesia asal Manado, Sulawesi Utara.

Baca juga: Dijual Mahal hingga Rp 300 Juta, Begini Cara Menjual Koin Rp 1000 Kelapa Sawit

Bahar bin Smith dikenal sebagai seorang ulama dan pendakwah yang kontroversial.

Berikut biodata Habib Bahar yang dikutip dari Wikipedia.

Bahar bin Smith memiliki nama lengkap Sayyid Bahar bin Ali bin Smith.

Ia lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 23 Juli 1985.

Pendakwah yang akrab dengan panggilan Habib Bule ini kini telah menginjak usia 34 tahun.

Silsilah keluarga

Bahar bin Smith merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara.

Ia berasal dari keluarga Arab Hadhrami golongan Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith.

Ayahnya bernama Sayyid Ali bin Alwi bin Smith yang wafat pada 17 Oktober 2011), sedangkan ibunya bernama Isnawati Ali.

Baca juga: Dokter Richard Lee Bongkar Sosok yang Buatnya Ditangkap Polisi, Ternyata Orang Terdekatnya?

Bahar mempunyai enam orang adik, tiga di antaranya adalah Ja'far bin Smith, Sakinah Smith, dan Zein bin Smith.

Ia diketahui menyandang gelar Sayyid, gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang merupakan keturunan dari Hasan bin Ali dan Husain bin Ali.

Pendiri Majelis hingga pesantren

Bahar bin Smith merupakan pendiri dan pemimpin Majelis Pembela Rasulullah sejak tahun 2007.

Kantor pusat Majelis Pembela Rasulullah terletak di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Bahar memiliki banyak pengikut yang beberapa diantaranya berdomisili di Ciputat, Tangerang Selatan; Pesanggrahan, Jakarta Selatan; dan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Bersama para anggota Majelis Pembela Rasulullah, ia kerap melakukan aksi razia dan penutupan paksa di beberapa tempat hiburan di Jakarta.

Baca juga: Habib Bahar bin Smith Berkelahi dengan Ryan Jombang di Lapas Gunung Sindur, Pemicunya Gara-gara Ini

Aksinya yang paling menonjol adalah ketika dia menggerakan sekitar 150 orang jamaah Majelis Pembela Rasulullah pada bulan Ramadhan tahun 2012 untuk melakukan razia di Cafe De Most Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Hal tersebut dilakukannya karena kafe tersebut diduga sebagai sarang maksiat, dia kemudian menutup paksa Cafe De Most dan meminta agar tempat tersebut ditutup sebulan penuh selama bulan Ramadhan.

Bahar bin Smith juga mendirikan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin yang mengadopsi sistem salaf di daerah Pabuaran, Kemang, Bogor.

Kehidupan Keluarga

Pada tahun 2009, Bahar menikahi seorang Syarifah bermarga Aal Balghaits.

Dari pernikahannya dengan Fadlun, Bahar dikaruniai empat anak: Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith, Syarifah Aliyah Zharah Hayat Smith, Syarifah Ghaziyatul Gaza Smith, dan Sayyid Muhammad Rizieq Ali bin Smith.

Anak terakhirnya, Ali, lahir pada tanggal 4 Februari 2018.

Baca juga: Pengacara Ryan Jombang Ungkap Kondisi Kliennya Cukup Parah Dianiaya Habib Bahar bin Smith

Bahar memberikan nama Muhammad Rizieq Ali kepada anak terakhirnya atas penghormatan kepada gurunya, Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq, dan bentuk tawassul kepada leluhurnya, Ali bin Abi Thalib.

Kontroversial

Bahar bin Smith dikenal sebagai seorang ulama dan pendakwah yang kontrovesial.

Beredar di media sosial, Bahar kerap melontarkan ceramah yang memprovokasi untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar dengan perilaku yang dianggap sebagai tindak kekerasan.

Pada November 2018, video ceramah Bahar viral di media sosial.

Ditengah proses pemilihan Pilpres 2019, Bahar mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo selaku kader PDIP adalah pengkhianat bangsa, negara, dan rakyat.

Di dalam video tersebut Bahar menyebut Jokowi sebagai banci.

Pada akhir 2018, Bahar bin Smith terjerat kasus penganiayaan.

Baca juga: Pria Ini Mendadak Lemas Saat Berkencan dengan PSK di Kamar Kos, Sang Wanita Muda Malah Tewas

Bahar dijatuhkan vonis 3 tahun penjara oleh PN Bandung setelah terbukti melakukan penganiayaan.

Bahar sempat mendapatkan asimilasi pada 15 Mei 2020 dan kembali ditahan.

Berkelahi dengan Ryan Jombang

Kabar terkini, Habib Bahar bin Smith dikabarkan terlibat perselisihan dengan sesama narapidana di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/8/2021).

Terpidana kasus penganiayaan dua remaja itu berselisih dan disebut melakukan pemukulan terhadap seorang napi.

Yang tak lain napi tersebut adalah terpidana kasus pembunuhan Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang.

Baca juga: Pesawat Ini yang Bikin Garuda Indonesia Terus Merugi Sampai 30 Juta Dolar, Meski Penumpangnya Penuh

Kabar perselisihan antar-napi itu dibenarkan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Gunung Sindur, Mujiarto.

Namun Mujiarto menyebut, perselisihan antara Habib Bahar bin Smith dengan Ryan Jombang sudah diselesaikan secara damai.

Sementara itu, kuasa hukum Ryan Jombang mengatakan, masalah itu bermula dari utang Rp 10 juta. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved