Breaking News:

Sosok Serka Hananto, Anggota TNI Penyelamat Bendera HUT RI di Bangka Belitung saat Pengaitnya Patah

Pujian bahkan penghargaan dia peroleh, usai menyelamatkan upacara HUT ke-76 Republik Indonesia di Kantor Gubernur Bangka Belitung

Ist/Aldo dan Kolase Bangkapos.com
Aksi Anggota TNi dibantu dua pelatih pasukan pengibar bendera ketika naik tinag bendera karena pengaitnya patah di kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Nama Sersan Kepala (Serka) Hananto, ramai diperbincangkan. Tak sedikit pula, warga yang memuji aksi heroik Anggota Korem 045/Gaya tersebut.

Pujian bahkan penghargaan dia peroleh, usai menyelamatkan upacara HUT ke-76 Republik Indonesia di Kantor Gubernur Bangka Belitung, Selasa (17/8/2021) lalu.

Seperti diketahui, upacara yang dihadiri Forkopimda Bangka Belitung itu sempat terhenti setelah terjadi insiden patahnya besi pengait bendera.

Baca juga: Dijual Mahal hingga Rp 300 Juta, Begini Cara Menjual Koin Rp 1000 Kelapa Sawit

Baca juga: Dokter Richard Lee Bongkar Sosok yang Buatnya Ditangkap Polisi, Ternyata Orang Terdekatnya?

Insiden itu terjadi saat bendera akan dinaikkan oleh tiga petugas Paskibraka, Muhammad Naufal Abyzar, Rian Anarki, dan Daffa Izza Muhammad.

Melihat kondisi ini anggota TNI yang juga seorang pelatih Paskibra Babel dari Korem 045/Garuda Jaya sontak berlari menuju tiang bendera untuk kembali dinaikkan.

Sosok penyelamat itu adalah Serka Hananto. Ia memiliki nama lengkap Hananto Pratikno.

Dirinya lahir di Lampung, 4 Juni 1976 silam. Saat ini Hananto di karunia dua orang anak Erly Veratiningsih dan Dicky Annas Firdaus, buah dari pernikahannya dengan sang istri Wiwik Ratna Ningsih.

Sebelum di korem 045/Gaya, Serka Hananto berdinas di Yonif para Raider Kujang 1 Kostrad Cicalengka Bandung. Tahun 1999 sampai 2000, Anggota Jasmani Militer Korem 045 Gaya itu sempat mengenyam tugas di tanah Papua, tepatnya di Kabupaten Fak fak.

Tahun 2001 dirinya, kembali berpindah tugas ke Kabupaten Wamena. Dipertengahan tahun 2001, dirinya tugas dirinya kembali berpindah ke Aceh,  tepatnya di daerah kabupaten PIDI.

"Dan setelah saya pulang tugas dari Aceh pada tahun 2004 sampai dengan 2005 saya berangkat tugas lagi di daerah Aceh Timur,"kata Hananto, Kamis (19/8/2021)

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved