Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Rencana KM Lawit Milik Pelni Bakal Dijadikan Isolasi Terapung di Belitung, Ini Kata Wagub Babel

Isoter terapung ini, disiapkan untuk melakukan isolasi terpadu terhadap warga di wilayah kepulauan yang jauh dari rumah sakit karena Positif Covid-19.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Riki Pratama
Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung menjalin kerjasama dengan PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk menjadikan kapal milik perusahaan plat merah ini menjadi lokasi isolasi terpadu (Isoter) di Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan.

Isoter terapung ini, disiapkan untuk melakukan isolasi terpadu terhadap warga di wilayah kepulauan yang jauh dari rumah sakit karena terkonfirmasi Positif Covid-19.

Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Abdul Fatah, mengatakan, untuk kapal isolasi terapung akan ditempatkan di Pelabuhan Belitung.

"Menteri perhubungan menyampaikan berkaitan memanfaatkan isoter terapung maka harus menjadi perhatian adalah, kemudahan manakala ada masyarakat yang ingin di isolasi kondisi badanya kurang baik dapat dibawa ke fasilitas kesehatan," jelas Abdul Fatah kepada Bangkapos.com, Jumat (20/8/2021) di kantor gubernur.

Baca juga: Percha Leanpuri Meninggal di Usia 35 Tahun, Menhub Budi Karya hingga Teman SMP Kenang Sosoknya

Baca juga: 15 Tahun Menikah, Wanita Ini Tak Penah Tidur dengan Suami, Alasannya Ternyata Bikin Sedih

Baca juga: Cukup 15 Menit Kamu Bisa Melacak Posisi Seseorang via WhatsApp, Caranya Simpel Banget

Wagub mengatakan, keberadaan kapal isoter harus dekat dengan fasilitas rumah sakit sehingga dapat dilakukan penanganan dengan cepat, apabila pasien isoter mengalami gangguan kesehatan.

"Apabila kondisi badan kurang baik, tidak boleh terlalu jauh dengan rumah sakit yang menjadi rujukan pemerintah. Awalnya di Sadai, tetapi jarak tempuh menuju pusat kesehatan sangat jauh. Akhirnya Menteri meminta keputusan gubernur bahwa sebagai aksibilitasi lebih mudah, kemudian di pelabuhan Tanjungpandan," kata Abdul.

Disinggung kapan kapal milik PT Pelni tersebut akan tiba di Bangka Belitung. Abdul Fatah mengatakan masih dalam proses perjanjian kerja yang dilakukan Pemprov Babel.

"Tentunya ada memiliki administrasi dan kemudian masalah MoU dan kerjasama dengan pihak terkait seperti KSOP, Pelindo. Setelah itu baru menyiapkan operasional pelayanan, rencananya selesai dalam bulan ini," lanjutnya.

Untuk nama kapal yang dijadikan tempat isolasi terpadu, kata Abdul kemungkinan KM Lawit yang akan bersandar di Pelabuhan Belitung.

"Bisa Lawit bisa bukan, untuk kapasitas kapal itu 450 orang, tetapi untuk isolasi terpadu hanya mengisi 50 persen dari kapasitasnya," terangnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved