Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tak Lagi Setor Hasil Penjualan Showroom, Suhardi Warga Toboali Polisikan Rekan Bisnis

Pengusaha asal Toboali ini dipanggil guna menindaklanjuti laporannya atas dugaan perkara tindakan pidana penggelapan yang dilakukan oleh Za alias Ja.

Penulis: Yuranda | Editor: El Tjandring
ist/Suhardi
Suhardi (41) Warga Toboali, Bangka Selatan, mendatangi SPKT Polres Pangkalpinang, melaporkan dugaan penggelapan yang dilakukan rekan kerjanya, Senin (5/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suhardi (41) warga Toboali, Bangka Selatan, memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Pangkalpinang, Jumat (20/8/2021) pagi.

Pengusaha asal Toboali ini dipanggil guna menindaklanjuti laporannya atas dugaan perkara tindakan pidana penggelapan yang dilakukan oleh Za alias Ja yang merupakan rekan kerjanya.

Suhardi membuat laporan polisi dengan nomor LP/B/236/VII/2021/SPKT/Polres Pangkalpinang/Polda Bangka Belitung, Tanggal 5 Juli 2021 lalu.

Za alias Ja dilaporkan atas dugaan penggelapan modal usaha jual beli sepeda motor di showroom yang beralamat di jalan Muntok, Gajah Mada, Rangkui, Kota Pangkalpinang.

Berdasarkan kronologis laporan, awal mula Suhardi mengenai Za dari temannya. Pada bulan Januari 2018, Za kemudian menghubunginya untuk mengajak berbisnis jual beli motor.

Baca juga: 15 Tahun Menikah, Wanita Ini Tak Penah Tidur dengan Suami, Alasannya Ternyata Bikin Sedih

Baca juga: Cara Mudah Melacak Lokasi Seseorang di WhatsApp, Tak Perlu Aplikasi Tambahan, Bisa 15 Menit & 1 Jam

Baca juga: Percha Leanpuri Meninggal di Usia 35 Tahun, Menhub Budi Karya hingga Teman SMP Kenang Sosoknya

Setelah mencari informasi tentang Za, Ia pun langsung menaruh kepercayaan untuk memberikan modal kepada terlapor membuka showroom jual beli motor.

"Saya menyerahkan uang kepadanya sebesar Rp50 juta. Uang tersebut digunakan untuk menyewa tempat dan membeli motor untuk dijualkan kembali," kata Suhardi, saat dikonfirmasi via Telpon, Jumat (20/8/2021).

Kemudian, pada bulan April 2018, Ia menyerahkan lagi uang sebesar Rp25 juta di Showroom, uang tersebut untuk digunakan membeli motor yang akan dijual kembali.

"Satu bulan kemudian pada bulan Mei 2018, saya serahkan lagi uang sebesar Rp20 juta, untuk beli motor lagi. Saya juga menitip satu unit motor Honda CBR di showroom tersebut untuk dijual kembali," ucapnya.

Katanya, semua modal usaha yang telah diberikan kepada terlapor, sudah dikelola dan dibelikan motor untuk dijual kembali ke orang lain.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved