Breaking News:

Advertorial

Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah Jelaskan Strategi Selesaikan Pandemi

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah diterapkan selama tiga minggu,

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah diterapkan selama tiga minggu, berbagai kebijakan telah diturunkan untuk mengurangi dampak dari pandemi Covid-19. Karenanya, penting untuk menilai tingkat keberhasilan penerapan kebijakan pemerintah.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel), forkopimda dan elemen masyarakat membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgassus) untuk melakukan operasi terpadu yang terdiri dari, pemda, TNI/Polri, dan elemen masyarakat. Pembentukan ini dibentuk berdasarkan kebutuhan daerah. 

Baca juga: Sugeng dan Putrinya Pernah Tidur di Atas Batu Granit Pekuburan Tionghoa, Sosok Ini yang Menolongnya

Baca juga: Siswi SD di Sungailiat Memulung Sambil Bawa Adik, Kaget Dapat Hp Baru: Wulan Janji Akan Belajar Giat

Hal ini dijelaskan Wakil Gubernur (Wagub) Babel, Abdul Fatah saat menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM dan Penanganan Covid-19 di luar Jawa-Bali secara virtual melalui aplikasi Zoom, Sabtu (21/8/2021).

“Jika sebelumnya, kita bekerja secara instansional, maka sekarang dibentuklah Satgassus, untuk mencegah percepatan penyebaran Covid-19 yang meluas,” jelasnya. 

Satgassus ini dibagi menjadi 4 bagian sesuai tugas pokok dan fungsi yang dibutuhkan yakni, Satgassus _Tracing dan Tracking,_ Satgassus Vaksinasi, Satgassus Oksigen, dan Satgassus Isoter. Strategi ini telah dijalankan dan memberikan dampak positif bagi percepatan pemulihan Covid-19 di Babel. Satgas fokus bekerja pada bidangnya masing-masing, sehingga tidak ada lagi isu kekurangan oksigen ataupun ruangan isoter, karena telah lebih dahulu diantisipasi oleh masing-masing Satgassus.

Baca juga: Siap Siap Hari Patah Hati Nasional, Ariel NOAH Akhirnya Bakal Menikah Setelah 13 Tahun Menduda

Baca juga: Keanehan di Balik Penemuan Jasad Ibu dan Anak di Bagasi Mobil, Polisi Yakin Ada Hubungannya

 
Meski demikian masih terdapat permasalahan, sama seperti pemerintah daerah lainnya yang membeberkan kekurangan stok vaksin. Babel juga memiliki permasalahan serupa. Terhitung sampai dengan tanggal 20 Agustus 2021, telah dilakukan vaksinasi dosis I, sebanyak 22,48 persen dan dosis II, sebanyak 14,52 persen.

“Pemprov dan masyarakat Babel berharap kepada Pemerintah Pusat, dapat mendistribusikan vaksin Covid-19 sebanyak 1.500.000 dosis, insya Allah jika vaksinasi telah selesai sesuai target kita dapat melalui pandemi ini,” jelasnya. 

Pemprov. Babel telah menyiapkan sumber daya manusia, sarana, dan prasarana yang memadai untuk pelaksanaan vaksinasi dengan target 20.000 per hari. Jika dihitung, maka target penyelesaian vaksinasi 2-4 bulan, vaksinasi seluruh masyarakat Babel dapat terselesaikan. 

“Bisa kita simpulkan, sudah ada progres yang baik di Kepulauan Bangka Belitung,” ungkap Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menanggapi pemaparan yang dilakukan Wagub Abdul Fatah.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah beserta forkopimda untuk berani mengambil langkah tegas. Dengan membatasi mobilitas masyarakat, menghindari kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan, dan mendisiplinkan masyarakat untuk menggunakan masker.

“Dengan langkah ini, pasti angka konfirmasi turun, dan jika angka konfirmasi turun maka otomatis beban rumah sakit akan turun. Ketika beban para tenaga kesehatan turun, maka masyarakat akan mendapatkan perawatan instensif yang maksimal. Sehingga, angka kematian juga bisa di tekan,” pungkasnya.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved