Breaking News:

Jangan Lewatkan, Malam Ini Ada Fenomena Langka Blue Moon, Begini Cara Menyaksikannya

seasonal blue moon terjadi pada 19 Mei 2009 dan 22 Mei 2016. Setelah tahun 2021, fenomena blue moon akan kembali terjadi di tanggal 20 Agustus 2024

Editor: Iwan Satriawan
Thinkstockphotos
Ilustrasi bulan purnama. 

BANGKAPOS.COM-Malam ini, Minggu (22/8/2021) ada fenomena alam langka Blue Moon.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( Lapan) meyebutkan, fenomena ini akan menghiasi langit Indonesia.

Fenomena Blue Moon ini akan dapat disaksikan atau diamati di langit sejak pukul 19.01 WIB, 20.01 WITA, atau 21.01 WIT.

Namun, apa itu Blue Moon dan bagaimana fenomena Bulan Biru ini terjadi?

Dikutip dari kompas.com, peneliti di Pusat Sains Antariksa Lapan, Andi Pangerang menjelaskan, umumnya dalam sebuah musim astronomis yang ditandai oleh solstis ataupun ekuinoks dapat terjadi tiga kali Bulan Purnama.

Hal ini dikarenakan durasi musim untuk musim gugur (belahan utara) dan musim dingin (belahan utara) rata-rata 89,5 hari.

Sementara, durasi musim untuk musim semi (belahan utara) dan musim panas (belahan utara) rata-rata 93 hari. 

Baca juga: Titik Terang Kasus Pembunuhan di Subang, Polisi Temukan Jejak Kaki Hingga Pelaku Diduga Orang Dekat

Sedangkan, rata-rata lunasi (satu siklus periode sinodis Bulan mengelilingi Bumi) sebesar 29,53 hari. Sehingga 89,5 : 29,53 = 3,03 atau dibulatkan menjadi 3. 

Akan tetapi, jika Bulan Purnama pertama terjadi berdekatan dengan awal musim astronomis, maka memungkinkan dalam sebuah musim astronomis terjadi empat kali Bulan Purnama.

"Bulan purnama ketiga dalam sebuah musim astronomis yang mengalami empat kali Bulan Purnama ( fenomena) inilah yang disebut sebagai Bulan Biru," kata Andi kepada Kompas.com, Rabu (18/8/2021).

Dalam kalender Masehi, ada tujuh bulan yang berumur 31 hari dan ada empat bulan yang berumur 30 hari.

"Nilai ini lebih besar dari rata-rata lunasi yakni 29,53 hari," ujarnya.  

Jika Bulan Purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi, maka memungkinkan dalam sebuah bulan di kalender Masehi terjadi dua kali bulan purnama. 

"(Fenomena) Bulan Purnama kedua dalam sebuah bulan di kalender Masehi inilah yang disebut juga sebagai Bulan Biru," jelas Andi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved