Breaking News:

Berita Pangkal[inang

Program Dinsos Bangka Belitung, 2.000 Paket Pangan akan Disalurkan kepada Pasien Covid-19 Isoter

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Bangka Belitung berencana akan membagikan 2.000 bantuan pangan

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Diskominfo Babel
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman bersama Forkopimda saat meninjau Asrama Haji dan BLK, Rabu (4/8/2021) yang dijadikan tempat isolasi trepadu (isoter). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Bangka Belitung berencana akan membagikan 2.000 bantuan pangan kepada para pasien Covid-19 yang isolasi terpadu (isoter), di provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa atau kelurahan.

"Program ini perdana, sekarang sedang dalam tahap pencairan dana dari Bakuda.
Kita sudah membuat standar operasioanl prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (juknis) bagi yang mendapatkan bansos pangan ini," jelas Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Budi Utama saat dihubungi Bangkapos.com, Minggu (22/8/2021).

Baca juga: Kisah Haru Wulandari Bocah Pemulung, Rela Mulung bersama Adik Demi Beli Kuota Internet untuk Belajar

Baca juga: Netizen Nyinyir Soal Rumah Wulandari, Faktanya Ngontrak, Pemilik Hanya Minta Bayar Token Saja

Dia menyebutkan, orang yang berhak menerima bantuan adalah orang yang terdata di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) serta yang dianggap layak oleh kepala desa atau lurah yang ditepati.

"Bila nama tidak terdata, maka akan ada penilaian tersendiri dari kepala desa atau lurah diverifikasi oleh TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan) untuk mendapatkan rekomendasi apakah layak mendapatkan bantuan pangan tersebut," kata Budi.

Program ini bentuk kepedulian pemerintah provinsi kepada para pasien Covid-19 yang isoter untuk meringankan bebannya.

"Ada kepala keluarga yang isoter, mau makan apa anak istrinya, nanti klarifikasi layak atau tidak layak tergantung kepala desa dan lurah yang sangat mengetahui kondisi masyarakatnya. Sementara untuk isolasi mandiri tidak dapat," kata Budi.

Baca juga: WOW Penampilan Tika Panggabean Bikin Pangling Dulu Gemuk, Kini Pamer Tubuh Langsing Berbalut Bikini

Baca juga: Foto Cincin di Jari Manis Bocor, Luna Maya Mau Dilamar Pada 26 Agustus? Netizen Malah Kapok

Sejauh ini untuk data penerima masih menunggu dari laporan ke pihak Dinas Sosial.

"Ini dana APBD belanja tidak terduga, Insyaallah Senin pencairan, kami akan melakukan kontrak dengan penyedianya untuk pengadaan bansos tersebut.

Program ini sampai 31 September 2021, kalau sudah habis 2.000 sebelum tanggal itu, maka akan diajukan kembali, jika masih ada anggarannya," kata Budi.

Sementara bantuan sembako dan tunai karena dampak pandemi Covid-19 dari Kementerian Sosial sudah direalisasikan , dalam hal itu dinsos selaku hanya sebagai pengawas.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved