Breaking News:

Opini

PTM dan Vaksinasi Tenaga Pendidik

Saat pandemi Covid 19 pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan kebijakan, salah satunya meliburkan aktivitas (tatap muka)

Editor: Agus Nuryadhyn
Bangkapos/Riki Pratama
(ilustrasi) Juru Setir 1 Kapal Torani 1, Faris Ahmad Gapara, sedang mengemudi kapal KM Torani 1 milik SMKN 4 Pangkalpinang foto diambil, Selasa (23/3/2021). 

* Pamuji Waskito R, S.Pd., M.Pd.Si. - Tenaga Pendidik SMKN 4 Pangkalpinang

BANGKAPOS.COM - MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim memberikan izin diadakannya sekolah tatap muka untuk wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 3, Selasa (17/8/2021).

Kemdikbudristek berfokus mengembalikan anak anak ke pembelajaran tatap muka (PTM), secara ketat yakni 50 persen kapasitas dari semua sekolah wajib melaksanakan protokol kesehatan (prokes) ketat 3M, tidak ada aktivitas lainnya seperti makan bersama ataupun hal lainnya. Jadi hanya sekolah masuk kelas dan keluar pulang.

Saat pandemi Covid 19 pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan kebijakan, salah satunya meliburkan aktivitas (tatap muka) seluruh lembaga lembaga pendidikan, hal ini dilakukan sebagai upaya upaya pencegahan penularan virus corona atau Covid-19 ini.

Baca juga: Rabu Depan Mulai Dijadikan Isoter, Gubernur Tinjau SMK 2 Tanjungpandan

Hal ini tentunya berdampak besar pada perkembangan pendidikan anak, yang saat ini dituntut untuk belajar mandiri, belajar secara daring (dalam jaringan).

Pembelajaran daring atau online merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi pembelajaran dilakukan melalui jaringan internet.

Hal ini merupakan tantangan besar bagi seorang guru, karena dalam kondisi seperti ini guru pun dituntut untuk bisa mengelola, mendesain media pembelajaran (media online) sedemikian rupa guna mencapai tujuan pembelajaran dan untuk mencegah atau mengantisipasi kebosanan siswa dalam pembelajaran model daring tersebut.

Malahan bagi anak sekolah, keadaan itu bisa jadi baik dan buruk bagi mereka. Baik bagi mereka yang mudah melaksanakan pembelajaran daring dan buruk bagi yang kesulitan untuk melaksanakan pembelajaran daring karena keterbatasan.

Kita semua pasti mengetahui bahkan merasakan sendiri bagaimana carut marut proses pelaksanaan pembelajaran daring sejauh ini.

Baca juga: Berakhir Besok Pagi 23 Agustus 2021, PPKM Kembali Diperpanjang Jika Pernyataan Menteri Luhut Terjadi

Guru dan siswa menjadi tokoh paling kelimpungan menghadapi cobaan belajar daring. Masalah utama yang dihadapi adalah jaringan internet menjadi keluhan utama.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved