Breaking News:

Berita Bangka Selatan

57 Pasien Covid-19 di Bangka Selatan Meninggal Dunia Dalam Empat Pekan Terakhir

Sepanjang periode penerapan PPKM di Bangka Selatan, sebanyak 57 pasien dengan status positif Covid-19 tidak tertolong jiwanya.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: El Tjandring
(Ist/Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Selatan)
Pemakaman jenazah yang dinyatakan meninggal dunia di Kabupaten Bangka Selatan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sejumlah wilayah di Bangka Belitung harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat lonjakan kasus Covid-19.

Sejak awal penerapan PPKM yang sudah berjalan empat pekan, Kabupaten Bangka Selatan berstatus level 3 atau satu tingkat di bawah kategori berbahaya.  

Tujuan PPKM ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona di tengah masyarakat agar tidak memakan lebih banyak korban.   

Sejak penerapan PPKM mulai Senin (26/7/2021) hingga saat ini dan diperpanjang lagi dua pekan kedepan (Senin, 6/9/2021), status Kabupaten Bangka Selatan tetap sama pada level 3.  

Baca juga: Sepeda Polygon Masih Cukup Diminati, Sepeda Balap Lebih Dominan, Segini Harganya Sekarang

Baca juga: Wanita Ini Tak Berdaya Diseret Satpam Hingga Dipaksa Lepas Celana di Depan Kamera HP, Ternyata

Baca juga: Info Perpanjangan PPKM Terkini Diperpanjang Sampai Kapan, Teguran WHO Hingga Evaluasi Jokowi Terbaru

Namun sepanjang periode tersebut (penerapan PPKM), sebanyak 57 pasien dengan status positif Covid-19 tidak tertolong jiwanya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi menyatakan terhitung sejak Senin (26/7/2021) hingga Minggu (8/8/2021) lalu, warga yang tercatat meninggal dunia usai terpapar Covid-19 sebanyak 33 orang.

Sementara itu pada periode Senin (9/8/2021) hingga Senin (23/8/2021) kemarin, total warga yang tercatat meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 24 kasus.

"Untuk total keseluruhannya warga kita yang meninggal dunia akibat Covid-19 selama PPKM Level 3 itu sebanyak 57 kasus," ujar Supriyadi pada Selasa (24/8/2021).

Supriyadi yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan menyebutkan kematian yang terjadi terhadap warga Kabupaten Bangka Selatan ini rata-rata memiliki penyakit penyerta.

"Rata-rata dari kasus kematian warga kita ini, kebanyakan itu memiliki komorbid atau penyerta selain dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19," tuturnya.

Secara rinci Supriyadi menyebutkan penyakit penyerta yang terjadi pada warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 yaitu gangguan pernafasan akut, penyumbatan pembuluh darah, diabetes melitus, hipertensi atau darah tinggi, gagal ginjal kronis, gagal hati, demam, flu dan sesak nafas.

Supriyadi menambahkan proses pemakaman terhadap warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 ini telah dilangsungkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved