Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Anak di Bangka Belitung Jadi Yatim Piatu Karena Corona Masih Didata, Erzaldi Siapkan Beasiswa

Erzaldi Rosman Djohan, mengatakan, jumlah anak yatim atau piatu karena orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19 masih dilakukan pendataan.

Penulis: Riki Pratama | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Riki Pratama
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah anak di Provinsi Bangka Belitung, menjadi yatim piatu.

Mereka kehilangan orang tuanya yang meninggal dunia setelah terpapar virus corona.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, mengatakan, jumlah anak yatim atau piatu karena orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19 masih dilakukan pendataan.

Baca juga: Pelelangan Ikan Berkonsep Wisata Perkantoran Mulai Dibangun Pemprov Babel, Ini Sumber Anggarannya

Pendataan dilakukan Pemerintah Provinsi Babel, semata-mata, karena ingin membantu dan meringankan anak-anak yang menjadi korban Covid-19.

"Di provinsi kita juga ada, anak-anak yatim korban Covid-19 ini, hanya saja saya belum mendapatkan informasi pasti berapa banyak jumlahnya, yang pasti ada," kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman kepada wartawan, Selasa (24/8/2021) di sela peletakan tiang pancang Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) di Muara Sungai Baturusa.

Baca juga: CUKUP Tes Antigen Tanpa Syarat Lain, Terbang di Wilayah Jawa Bali Tak Perlu Dokumen Hasil Tes PCR

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Subang, Polisi Temukan Bukti Kuat Dalang Kematian Ibu dan Anak

Baca juga: Sepeda Polygon Masih Cukup Diminati, Sepeda Balap Lebih Dominan, Segini Harganya Sekarang

Dia menambahkan, walaupun belum memiliki data resmi, ia memastikan kepada anak-anak yang ditinggal orang tuanya akibat Covid-19 akan mendapatkan bantuan.

"Sekarang sedang kita persiapkan berbagai bantuan, baik itu untuk hidup, maupun kebutuhan pokoknya," kata Erzaldi.

Erzaldi, mengatakan pemerintah akan mempersiapkan beasiswa bagi anak-anak yang ditinggal orang tuanya meninggal karena Covid-19 dengan diberikan beasiswa pendidikan.

"Kita akan persiapkan beasiswa bagi anak-anak yatim korban Covid-19 ini," lanjutnya.

Terpisah, Sekretaris Percepatan Penanganan, Satgas Covid-19 Babel, Mikron Antariksa, mengatakan data terkini untuk jumlah pasien Covid-19 meninggal sebanyak 1.117 orang.

Dari jumlah tersebut belum diketahui adanya orang tua yang meninggal dunia sehingga anaknya menjadi yatim atau piatu.

"Dari 1.117 orang ini, tidak semuanya meninggal usia tua, tetapi ada juga yang meninggal dalam usia muda, makanya saya pastikan ada anak yatim korban Covid-19, hanya saja kita belum mengumpulkan data berapa banyak," terangnya.

Mikron, menambahkan, Satgas Covid-19 Babel juga telah diminta Menteri Sosial Republik Indonesia untuk mendata anak yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19.

"Kami diminta mengirimkan data terkait hal tersebut. Data tersebut digunakan untuk memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga," lanjutnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved