Berita Pangkalpinang
Anik Sudah 20 Bulan Terbaring Lemah Pasca Kecelakaan, Ayah Juga Sakit hingga Rela Jual Rumah
Kondisi ini terhitung sudah hampir 20 bulan dialami remaja berusia 15 Tahun ini usai mengalami kecelakaan Januari 2020 lalu.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anik Pangestu terbaring tak berdaya, bahkan bernafas pun harus mengenakan alat bantu.
Kondisi ini terhitung sudah hampir 20 bulan dialami remaja berusia 15 Tahun ini usai mengalami kecelakaan Januari 2020 lalu.
Gangguan di bagian otak, begitulah secara medis, Dia tak dapat menggerakan badan atau berbicara, hanya bisa menggerakan mata saja.
Baca juga: Warga Positif Covid-19 di Bangka Belitung Tak Boleh Lagi Isoman, Pemda Siapkan 49 Tempat Isoter
Kejadian itu membuat sang ayah, Untung Ali (63) tak banyak berkata-kata dan hanya bisa pasrah.
Pasalnya dalam kurun waktu itu sudah banyak usaha yang dilaluinya agar Anik bisa pulih.
"Ini dia mengalami kecelakaan di Gabek kemarin, dia dibonceng temannya, tanggal 9 Januari 2020 mau pulang ke pondok pesantren di Puding Besar, tau-tau malah seperti ini," kata pria yang berdomisili di Sungaiselan, Bangka Tengah itu, Rabu (25/8/2021).
Bicara biaya sudah tak terhitung lagi, ratusan juta telah dikeluarkan bahkan bantuan pun silih berganti berdatangan.
Belum lagi, Untung sang ayah hanya merawat seorang diri, sebab ibu Anik sudah lama meninggal dunia, belasan tahun lalu.
Baca juga: Bukan karena Koin Kelapa Sawit, Pria Ini Bisa Beli Mobil Buat Banyak Orang Berkat Uang Kembalian
"Saya dulu itu kerja showroom motor bagian bersih-bersih, gaji hanya Rp1 Juta sebulan, pertama di rumah sakit swasta, terpaksa jual rumah habis Rp128 Juta," kata Untung.
Namun, biaya itu masih belum cukup hingga terpaksa dirinya angkat tangan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Bangka Belitung.
"Pak dirut dulu dibantu, lewat kitabisa.com, jaminannya beliau, Rp400 Ribu sebulan diberikan ke saya untuk beli pampers dan sebagainya. Saya ngurus sendiri," kata Untung.
Memilukan lagi, Untung juga sudah empat tahun sakit, mengalami gangguan prostat sehingga tidak bisa bekerja yang berat-berat.
"Saya juga sakit, tidak bisa bekerja, cuma nanam jagung aja sekarang pelan-pelan hanya satu jam sehari," katanya.
Keyakinan tetap ada, dia hanya bisa berharap Anik segera sembuh dan hidup seperti sedia kala.
"Saya hanya bisa sabar, kita kontrol lagi nanti dua tahun ke depan akan dicoba operasi lagi, kemarin sudah operasi satu kali. Mohon doanya," kata Untung.
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210825-untung-ali-menerima-bantuan-dari-baznas-bangka-belitung.jpg)