Breaking News:

Dijatuhi Hukuman Mati, Mafia Yakuza Ini Minta Keadilan Sambil Menyesal Seumur Hidup

Sebuah pengadilan di barat daya Jepang menjatuhkan hukuman mati kepada kepala sindikat kejahatan yang kuat dengan cara digantung.

Editor: fitriadi
Istimewa
Ilustrasi Yakuza 

BANGKAPOS.COM - Sebuah pengadilan di barat daya Jepang menjatuhkan hukuman mati kepada kepala sindikat kejahatan yang kuat dengan cara digantung, Selasa (24/8/2021).

Pengadilan di kota Fukuoka menemukan bahwa Nomura Satoru, berusia 74 tahun, telah memerintahkan empat serangan, salah satunya mengakibatkan kematian.

Putusan itu dikeluarkan meskipun kurangnya bukti langsung terhadap Nomura, kata media setempat. Dia membantah terlibat.

Ini diyakini pertama kalinya seorang anggota senior mafia Jepang, Yakuza, dijatuhi hukuman mati.

"Saya meminta keputusan yang adil... Anda akan menyesali ini seumur hidup Anda," kata Nomura kepada hakim ketua setelah vonisnya pada Selasa, menurut surat kabar Jepang Nishinippon Shimbun.

Nomura, yang mengepalai sindikat Kudo-kai yang beroperasi di barat daya Jepang, berencana mengajukan banding.

Baca juga: Bukan karena Koin Kelapa Sawit, Pria Ini Bisa Beli Mobil Buat Banyak Orang Berkat Uang Kembalian

Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Jasad Amalia Ditemukan Tanpa Busana di Bagasi

Meskipun jaksa tidak memiliki bukti langsung bahwa Nomura telah memerintahkan serangan kekerasan, mereka berhasil berargumen bahwa komando mutlaknya atas kelompok itu berarti dia memiliki tanggung jawab utama.

Selama empat serangan antara tahun 1998 dan 2014, seorang mantan bos koperasi perikanan tewas, dan tiga orang lainnya, termasuk seorang petugas polisi, terluka.

Menghukum Nomura pada hari Selasa, hakim menggambarkan tindakannya sebagai sangat kejam.

Yakuza tumbuh subur di Jepang setelah perang dunia kedua.

Organisasi kriminal bernilai miliaran dolar ini terlibat dalam segala sektor mulai dari narkoba dan prostitusi hingga pemerasan perlindungan dan kejahatan kerah putih.

Baca juga: Viral! Wanita Ini Curhat Tekor Habis Rp 4 Juta Untuk Biaya Cerai Padahal Mas Kawin Cuma Rp 100 Ribu

Baca juga: Bukan karena Koin Kelapa Sawit, Pria Ini Bisa Beli Mobil Buat Banyak Orang Berkat Uang Kembalian

Analis mengatakan geng-geng itu terlibat dalam setiap bidang kegiatan kriminal di negara itu, mulai dari pengedar narkoba dan prostitusi hingga manipulasi pasar saham.

Tidak seperti mafia Italia atau triad Cina, yakuza telah lama menempati area abu-abu dalam masyarakat Jepang. Setiap kelompok memiliki markas sendiri dan diketahui oleh polisi.

Jepang adalah salah satu dari sedikit negara maju yang mempertahankan hukuman mati. Saat ini jumlah terpidana mati di sana sekitar 100 orang lebih.

Dukungan publik untuk hukuman mati tetap tinggi meskipun ada kritik internasional, termasuk dari pembela hak asasi manusia. (Bangkapos.com/BBC.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved