Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pemkab Babar Akan Panggil PT LSM, Bong Ming Ming: Kita Cari Solusi Jangan Sampai Meresahkan

Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming akan memanggil pihak PT Lautan Sarana Mendirikan (LSM) untuk datang ke Kabupaten Bangka Barat

Penulis: Yuranda | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Yuranda
Sejumlah warga Bakit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat mendatangi Kantor Bupati Bangka Belitung, Rabu (25/8/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming akan memanggil pihak PT Lautan Sarana Mendirikan (LSM) untuk datang ke Kabupaten Bangka Barat pada Kamis (26/8/2021)

Pemanggilan PT LSM ini guna mencapai solusi, terkait permasalahan dan keresahan masyarakat Desa Bakit, yang tidak boleh menambahkan di Perairan Teluk Kelabat Dalam, Desa Bakit, Parittiga, Bangka Barat.

"Jadi beri kami waktu, sebelum ibu-ibu dan bapak-bapak datang ke sini, wacana kami sudah memanggil PT LSM, untuk mencarikan solusi perihal keresahan masyarakat Bakit ini," kata Bong Ming Ming, di depan halaman Kantor Bupati Bangka Barat, Rabu (25/8/2021).

Bong Ming Ming juga menyampaikan kepada Bupati Babar, H Sukirman dan Kapolres Bangka Barat AKBP Agus Siswanto dan Dandim 0431/Babar Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa.

Katanya, PT LSM sebelum masuk ke perairan Bakit, yang pertama mereka sendiri yang menjanjikan bahwa Ponton Isap Produksi (PIP) selam itu boleh beroperasi di perairan Teluk Kelabat Dalam.

Kedua, dengan adanya janji seperti itu sehingga PT LSM bisa masuk dan diizinkan oleh masyarakat Bakit khususnya untuk beroperasi di sana dan ponton warga bisa bekerja di sana.

Ketiga, yang dipermasalahkan oleh masyarakat Bakit ini juga permasalahan bendera, bendera merah untuk masyarakat Kecamatan Belinyu dan bendera putih untuk warga bakit dan sekitarnya.

"Maksud masyarakat ini, untuk wilayah Belinyu biarlah bekerja di wilayah Belinyu dan jangan bekerja di wilayah Bakit," ucapnya.

Sebelumnya juga, dirinya bersama Bupati Babar menggelar diskusi dengan Kapolres Bangka Barat AKBP Agus Siswanto dan Dandim 0431/Bangka Barat, Letkol Inf. Agung Wahyu Perkasa, berwacana untuk memanggil pihak PT LSM untuk datang ke Kabupaten Bangka Barat, guna membahas permasalahan ini.

"Walaupun sebenarnya, untuk wilayah laut nol sampai 12 mil, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Pasal 27 tahun 2012 dan PP 22 tahun 2021, Undang-undang 23 tahun 2014 itu wilayah Provinsi," ungkapnya.

Namun masyarakatnya, masyarakat Bangka Barat. Ini jadi keresahan masyarakat. Ia juga membenarkan pernyataan dari Kapolres Bangka Barat AKBP Agus Siswanto yang harus, dipahami bersama tentang tata kelola pertambangannya.

"Karena yang dikhawatirkan adalah penambangan ponton isap produk (PIP) selam itu yang dipersoalkan karena bertetangga dengan aturan dan sebagainya, ini lah yang kita cari solusinya," ujarnya.

Sementara ini, katanya, aspirasi masyarakat Desa Bakit, Parittiga, Bangka Barat akan ditampung dan dibawahkan ke Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, guna didiskusikan dengan Forkopimda Provinsi.

"Hasil dari sana akan menjadi keputusannya untuk warga Desa Bakit, kami juga berharap kalau sana bisa bekerja sini juga bisa bekerja. Itu harapan kami, namun sebenarnya itu ada aturan dan ini lah yang kita akan cari solusinya. Percayakan kepada kami ya, ibu-ibu dan bapak-bapak," ucapnya.

Bangkapos.com/Yuranda

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved