Breaking News:

Opini

Pendidikan yang Menenteramkan

semua usaha pemerintah tersebut saat ini dampaknya masih belum bisa dirasakan optimal, baik oleh guru, masyarakat, maupun oleh orang tua.

Editor: Agus Nuryadhyn
Pendidikan yang Menenteramkan
ISTIMEWA
Ahennie, S.Ag. - Guru PAI SMKN 4 Pangkalpinang

* Ahennie, S.Ag. - Guru PAI SMKN 4 Pangkalpinang

BANGKAPOS.COM - DEWASA ini, pendidikan di Indonesia sedang belajar menuju ideal. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menuju bentuk ideal pendidikan tersebut, Mulai dari penataan dan peningkatan mutu guru, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, sampai perubahan kurikulum, seolah-olah menjadi solusi wajib bagi pemerintah untuk menuju bentuk ideal pendidikan tersebut.

Namun ternyata, semua usaha pemerintah tersebut saat ini dampaknya masih belum bisa dirasakan optimal, baik oleh guru, masyarakat, maupun oleh orang tua.

Masih adanya guru yang belum bersertifikasi, masih adanya guru yang tidak linear sesuai bidang yang diampunya, masih adanya pungutan di sekolah, masih adanya kekerasan atau bullying yang menimpa peserta didik, masih adanya masyarakat yang kesulitan untuk mengakses pendidikan dan masih belum konsistennya pemangku kepentingan dalam mewujudkan pendidikan ideal adalah semua bukti bahwa masih ada hal yang perlu dibenahi untuk mewujudkan bentuk ideal pendidikan di Indonesia.

Akan tetapi, sebelum kita mencari solusi apa yang dapat digunakan untuk membentuk bentuk ideal pendidikan, kita harus tahu terlebih dahulu apa sebenarnya kebutuhan mendasar yang diperlukan masyarakat setelah mengenal pendidikan? Apakah ingin menjadi seorang ilmuwan? Apakah ingin menjadi dermawan? Ataukah hanya sebagai prestise kebanggaan semata?

Baca juga: IAIN SAS Babel Menerima Kunjungan Tim Benchmarking LPM Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Lalu untuk apa kebutuhan mendasar tersebut diperlukan? Apakah ada kaitannya dengan pendidikan di tanah air?

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, kita lihat sekeliling kita, masih banyak warga yang kurang sejahtera, masih banyak pula warga yang sejahtera namun belum bisa hidup damai, tenang dan tenteram, dan masih banyak permasalahan sosial lainnya. Lalu apakah kebutuhan mendasar yang sangat diperlukan oleh masyarakat tersebut?

Ketenteraman

Ya, kehidupan tenteram! Jadi hemat penulis, masyarakat sangatlah membutuhkan pendidikan yang menenteramkan. Masyarakat sangatlah membutuhkan kehidupan yang tenteram, kehidupan yang menenangkan.

Bukan kehidupan yang sejahtera ataupun kehidupan yang penuh gejolak, baik jiwa ataupun jasmani masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved