Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Puluhan Anak di Pangkalpinang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Ada sekitar 40 anak kehilangan orangtuanya akibat Covid-19. Bahkan di antara mereka ada yang menjadi yatim piatu.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Direktur RSUD H Marsidi Judono Belitung dr Hendra dan puluhan tenaga medis lain, Selasa (13/7/2021) ketika melepas kepergian tenaga medis dr Joko Ferdyanto dari ruang jenazah RSUD. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung mencatat ada sekitar 40 anak kehilangan orangtuanya akibat Covid-19. Bahkan di antara mereka ada yang menjadi yatim piatu.

Demikian yang diungkapkan Kepala DPPPAKB Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty sekaligus meralat pemberitaan sebelumnya kepada Bangka Pos, Rabu (25/8/2021).

“Dari total tersebut ada yang meninggal hanya ayahnya saja dan ada juga ibunya. Jadi, status anak-anak ini ada yang yatim ada juga yang piatu, bahkan ada yatim piatu,” kata dia di Pangkalpinang.

Eti menuturkan, anak-anak tersebut tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Pangkalpinang. Seperti di Kecamatan Girimaya dan Taman Sari masing-masing satu orang, Kecamatan Pangkalbalam empat orang.

Lalu, Kecamatan Gabek enam orang, Kecamatan Gerunggang delapan orang, Kecamatan Bukit Intan 9 orang serta Kecamatan Rangkui 11 orang. Anak-anak tersebut masuk dalam kategori 1 bulan sampai 18 tahun.

“Ada dua kakak adik yang menjadi yatim piatu di Kelurahan Gabek Satu dan ada juga bayi usia empat bulan di Kelurahan Asam ditinggal salah satu orang tua karena Covid-19,” terang Eti.

Akan tetapi, lanjut Eti, data tersebut belum disinkronisasikan dengan data dari Dinas Sosial Kota Pangkalpinang.

Meskipun begitu, ia memastikan data tersebut telah valid karena hal itu berdasarkan pantauan dari kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di setiap kelurahan.

“Data ini dari kader PPKBD yang ada di setiap kelurahan tetapi data ini sudah valid karena para kader memantau langsung di lapangan,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini Eti meminta seluruh pihak untuk bersama-sama mengambil ruang empati dan simpati terhadap anak-anak malang ini.

Hal ini juga sebagai langkah menyadarkan masyarakat bahwa banyak anak yang kehilangan kasih sayang orang tuanya akibat Korona. Maka dari itu penerapan protokol kesehatan harus ditingkatkan karena Covid-19 dapat mengintai siapa saja.

“Kita berharap akan ada perhatian khusus dari pemerintah pusat, mengingat mereka ini masih usia anak. Kita memang harus betul-betul melaksanakan protokol kesehatan jangan sampai lengah karena virus mengintai kita tidak hanya pada orang tertentu saja, tetapi semuanya kemungkinan terserang Covid-19,” timpal Eti. (Bangkapos/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved