Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Puluhan Anak Kehilangan Orangtua Karena Covid-19, Psikolog: Berikan Energi, Dampingi Mereka

Kondisi ini tidak mudah karena memerlukan ruang dan waktu relatif lama sehingga dia berharap ada semacam ruang pendataan anak

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: khamelia
bangkapos.com/Sela Agustika
Dosen prodi psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu kurniawan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung mencatat ada sekitar 40 anak kehilangan orangtuanya akibat Covid-19. Bahkan di antara mereka ada yang menjadi yatim piatu.

Psikolog sekaligus Dosen prodi psikologi IAIN SAS Babel, Wahyu Kurniawan tak memungkiri pasien terpapar Covid-19 yang meninggal dunia, tentu berimbas dengan jumlah anak yang menjadi yatim dan piatu.

"Di beberapa tempat saat ini pula ada kasus yang sebagian anak terpaksa harus hidup sendirian karena kedua orangtuanya meninggal.

Baca juga: Bukan karena Koin Kelapa Sawit, Pria Ini Bisa Beli Mobil Buat Banyak Orang Berkat Uang Kembalian

Baca juga: Anik Sudah 20 Bulan Terbaring Lemah Pasca Kecelakaan, Ayah Juga Sakit hingga Rela Jual Rumah

Tentu saja dengan adanya hal tersebut perlu menjadi perhatian kita bersama terkait bagaimana memberikan energi bagi anak yang kini ditinggalkan orangtuanya, baik secara psikologis, material dan lainnya," ujar Wahyu saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (25/8/2021).

Diakuinya, kondisi ini tidak mudah karena memerlukan ruang dan waktu relatif lama sehingga dia berharap ada semacam ruang pendataan anak yang kini yang menjadi yatim piatu sehingga anak anak tersebut bisa segera diberikan pendampingan.

"Karena tentu saja kondisi psikologis anak kita tidak pernah tau apakah ada kesedihan mendalam, ketergantungan dengan orangtuanya dan tentu saja kehilangan adalah sesuatu yang mengakibatkan ketidaknyamanan," katanya.

Baca juga: Serunya Sekolah Alam Pangkalpinang (SAPKA) Hadirkan Fasilitas Outbond

Wahyu menyarankan ada beberapa yang harus dilakukan antara lain meliputi:

  • Perlu adanya bank data dari tiap daerah sehingga diketahui jumlah anggota keluarga yang ditinggalkan oleh orangtua yang terpapar Covid-19
  • Perlu gerak cepat dari dinas yang berhubungan kuat dengan anak sehingga tercapainya program kebutuhan anak misalkan pendidikan, keagamaan, sosial, dan lain-lainnya.
  • Perlu adanya ruang psikologis, kesehatan mental, kesehatan fisik bagi anak yang ditinggalkan sehingga rasa sedih yang mendalam pada anak bisa ditanggulangi
  • Perlu ambil bagian sehingga anak tidak merasa sendiri dan bertahan karena ditinggalkan salah satu di antara kedua orangtuanya.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita.
 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved