Breaking News:

bangka pos hari ini

Kabupaten Bangka PPKM Level 4, Wali Murid Kecewa dan Gelisah, Siswa Tak Bisa Belajar Tatap Muka

Yuniot juga mengakui anaknya yang masih duduk di kelas 5 SD juga turut mengeluh dan sedih karena tak diperbolehkan sekolah tatap muka.

Editor: Agus Nuryadhyn
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
ilustrasi - Sejumlah siswa kelas III SD Negeri 15 Pangkalpinang saat melakukan aktivitas PTM terbatas. 

BANGKAPOS.COM - Yuniot Man Sefendi, orangtua siswa kelas 5 SDN 10 Sungailiat, Kabupaten Bangka, merasa kecewa dengan berbagai kebijakan pemerintah yang tak kunjung memulai, pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnya.

Ia pun menceritakan kegelisahannya yang bermulai ketika penerapan PPKM level 4 dilakukan di Kabupaten Bangka beberapa waktu lalu.

"Sudah setahun lebih anak anak kami belajar dan kami sangat menerima kebijakan tersebut demi kesehatan masyarakat dan menjauhkan dari penularan Covid 19. Bahkan waktu dulu Kabupaten Bangka PPKM level 3, kami pun masih menerima keputusan anak anak kami cukup belajar online yang tak secanggih seperti di kota besar lainnya di Indonesia yang membuat kami selaku para orangtua diharuskan bolak balik mengambil dan mengantar tugas sekolah anak anak kami di sekolah," kata Yuniot, saat dihubungi, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: BIKIN HARU: Kakak Berabik Berusia Belasan Tahun Ini Jadi Yatim Piatu saat Pandemi Covid-19

Namun, kekecewannya bertambah saat anaknya yang baru masuk sekolah selama dua hari bahkan tanpa menggunakan seragam terpaksa harus disuruh setop sementara karena mendapat teguran dari dinas terkait.

"Pada saat level 4 selama beberapa minggu terakhir, kami sangat kecewa dan merasa diperlakukan tidak sebagaimana mestinya saat anak anak kami yang hanya belajar 5- 7 orang dalam satu kelasnya tetap dilarang," jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut sangat tidak adil mengingat pesta atau resepsi pernikahan malah diijinkan dan dibiarkan dengan jumlah undangan yang banyak.

Baca juga: Perjuangan H Alias Menginspirasi Tim Global Zakat ACT Bangka

Termasuk, kegiatan pemerintah dengan jumlah orang yang banyak.

"Saat ini Kabupaten Bangka masih dalam PPKM level 4 sesuai Inmendagri No. 36/2021 dan kami para orangtua banyak yang setuju anak anak kami belajar dengan gurunya tanpa menggunakan seragam sekolah hanya 5 7 orang setiap dua jam bergantian. Kenapa mesti dilarang? Apakah anak anak kami tidak dibolehkan belajar dengan guru mereka untuk meraih ilmu," jelasnya.

Yuniot juga mengakui anaknya yang masih duduk di kelas 5 SD juga turut mengeluh dan sedih karena tak diperbolehkan sekolah tatap muka.

"Bahkan anak saya sempat bilang kalau memang enggak boleh masuk sekolah, kenapa kita enggak belajar di halaman kantor bupati saja, kan di sana luas, jadi enggak berkerumun. Bayangin saja anak kecil sudah ngomong sampe segitunya," kata Yuniot.

Dirinya tidak mempermasalahkan sama sekali kebijakan penerapan PPKM oleh pemerintah pusat.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved