Breaking News:

Opini

Memberdayakan Perempuan di Masa Pandemi

Berbicara mengenai ekonomi, perempuan merupakan agent of development yang perannya sangat dibutuhkan dalam perkembangan perekonomian.

Editor: Agus Nuryadhyn
Memberdayakan Perempuan di Masa Pandemi
ISTIMEWA
Ridho Ilahi, SST, M.Stat - Statistisi Muda, Bekerja di BPS Kabupaten Bangka

Digital di Indonesia berkembang dengan cepat. Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa.

Jumlah ini meningkat 15,5 persen atau 27 juta jiwa jika dibandingkan pada Januari 2020 lalu.

(Hootsuite, Digital 2021). HootSuite melaporkan bahwa pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun diketahui memiliki beberapa perangkat elektronik berbeda, termasuk telepon genggam (baik smartphone maupun non smartphone), laptop/PC, tablet, dan smartwatch.

Dari berbagai jenis perangkat tersebut, smartphone menjadi perangkat yang paling populer.

Tercatat ada 96,4 persen atau 195,3 juta orang Indonesia yang mengakses di internet melalui ponsel genggamnya. Pengguna internet Indonesia rata rata menghabiskan waktu selama 8 jam 52 menit untuk berselancar di internet.

Era digital kini makin berkembang dan berdampak pada bentuk ekonomi dunia yang dikenal dengan ekonomi digital.

Ekonomi digital secara umum lebih menekankan pada transaksi atau proses jual beli dan pasar yang terjadi di dunia maya atau internet.

Teknologi dalam ekonomi digital tersebut mencakup (1) Infrastruktur (jalur boardband, router); (2) Perangkat pengakses (PC, smartphone); (3) Aplikasi (Google, Sales); dan (4) Fungsi digital (analisis data, cloud computing).

Baca juga: Bukan Koin Kelapa Sawit, Pria Ini Bawa Uang Koin Rp1000 dan Rp500 Lalu Minta Tukar Motor Matik

Sayangnya, sebanyak 87 persen pengusaha perempuan dalam ekonomi digital di seluruh dunia mengalami dampak pandemi Covid 19.

Laporan Mastercard Index of Women Entrepreneurs (MIWE) 2020 mencatat banyak sektor yang terpukul oleh kemerosotan ekonomi (pariwisata, ritel, makanan dan minuman) sehingga membuat kesenjangan gender di dunia digital.

Di sisi lain, ekonomi digital yang didukung dengan teknologi ini telah membuka kesempatan yang luas bagi kaum perempuan untuk melakukan usaha secara online.

Peran perempuan dalam berwirausaha di era ekonomi digital dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.

Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi untuk memaksimalkan penguasaan teknologi yang dipakai dalam ekonomi digital bagi kaum perempuan.

Strategi digital gender yang diambil berdasarkan pada tiga kelompok komponen, yaitu: (1) akses dan penggunaan teknologi digital dan internet; (2) pengembangan keterampilan yang dibutuhkan untuk menggunakan teknologi digital dan untuk berpartisipasi dalam desain dan produksinya; dan (3) peningkatan peran perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan di sektor digital.

Kemampuan multitasking perempuan ternyata bisa mendatangkan keuntungan, terutama dalam hal finansial sehingga perempuan mampu meraih sukses dalam karier namun tetap melakoni tugasnya sebagai ibu yang baik dan penuh perhatian bagi anak anaknya.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved