Breaking News:

Pemimpin Gangster Yakuza Akhirnya Dijatuhi Hukuman Mati, Terjadi Pertama Kali di Jepang

Satoru Nomura (74), presiden tertinggi Kudo-kai (Kota Kitakyushu) dan Fumio Taue (65), ketua nomor dua Kudokai.Kedua pemimpin Kudo-kai menjalani...

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Satoru Nomura (kiri) bos Kudokai Kita Kyushu Jepang dan Fumio Taue (kanan) Chairman, orang nomor dua Kudokai. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo) 

Pemimpin Gangster Yakuza Akhirnya Dijatuhi Hukuman Mati, Terjadi Pertama Kali di Jepang

BANGKAPOS.COM, TOKYO -- Belum lama ini pemimpin gangster Yakuza di Jepang, untuk pertama kalinya dijatuhi hukuman mat.

Adapun pemimpin yakuza tersebut yakni, Satoru Nomura (74), presiden tertinggi Kudo-kai (Kota Kitakyushu) dan Fumio Taue (65), ketua nomor dua Kudokai.

Kedua pemimpin Kudo-kai menjalani sidang keputusan di Pengadilan Distrik Fukuoka, Selasa (24/8/2021) sore.

Satoru Nomura divonis hukuman mati, sementara Fumio Taue dihukum penjara seumur hidup.

Satoru Nomura dan Fumio Taue dibawa ke persidangan dengan tuduhan pembunuhan dalam empat kasus serangan sipil.

Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Terbongkar Ternyata Sosok Ini yang Hapus Foto-foto Amalia

Baca juga: Bukan karena Koin Kelapa Sawit, Pria Ini Bisa Beli Mobil Buat Banyak Orang Berkat Uang Kembalian

Baca juga: Heboh TKA China Makan Buaya Muara 3 Meter yang Dimasak Jadi Sop, Begini Ganasnya Reptil Tersebut

Baca juga: 12 Tahun Nabung Uang Kembalian, Pria Belitung Batal Beli Mobil Malah Pilih Ambulans di Showroom

"Kedua tersangka terbukti berkomplot untuk melakukan tindak pidana pembunuhan," papar Hakim Tsutomu Adachi membacakan fakta-fakta temuan dengan lantang saat pembukaan persidangan di Pengadilan Distrik Fukuoka.

"Nomura dijatuhi hukuman mati, dan Taue dijatuhi hukuman penjara seumur hidup serta denda 20 juta yen," ungkap Kepala Kantor Kejaksaan Distrik Fukuoka.

"Keputusan nanti sore akan menjadi yang pertama kalinya seorang pemimpin gangster Yakuza Jepang yang dijatuhi hukuman mati di Jepang," kata jaksa.

Kedua terdakwa diduga diinstruksikan untuk melakukan pembunuhan dan kejahatan terorganisir dalam empat kasus, termasuk penembakan terhadap mantan pemimpin serikat nelayan (saat itu 70 orang) di Kitakyushu pada tahun 1998.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved