Penyempitan Muara Air Kantung Jelitik, Nelayan Sebut Hampir Semua Perahu Pernah Kandas di Sana
Muara Air Kantung yang merupakan alur masuk pelabuhan Jelitik terus mengalami penyempitan dan pendangkalan.
Penulis: Arya Bima Mahendra |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Muara Air Kantung yang merupakan alur masuk pelabuhan Jelitik terus mengalami penyempitan dan pendangkalan.
Bagaimana tidak, muara yang merupakan akses satu-satunya bagi nelayan tersebut diapit oleh dua gundukan pasir setinggi puluhan meter.
Perahu-perahu milik nelayan yang hendak melintas harus mengurangi kecepatan dan bermanuver dengan pas agar perahu tidak kandas dan terhenti di tengah-tengah muara.
Meskipun sudah sering dilakukan pengerukan pasir oleh alat berat, tetap saja muara tersebut semakin hari semakin dangkal dan menyempit.
Bahkan akan sangat kesulitan jika ada 2 perahu milik nelayan yang berpapasan dan melintasi muara tersebut dalam waktu yang bersamaan.
Salah seorang nelayan, Kasman (39) mengatakan bahwa perahu miliknya yang berukuran tidak terlalu besar sudah beberapa kali kandas dan terjebak di muara tersebut.
Tak hanya itu, menurutnya hampir kebanyakan perahu nelayan di pelabuhan Jelitik pasti pernah kandas di sana.
Jika kandas, dirinya terpaksa harus mendorong perahu miliknya atau meminta ditarik oleh perahu lain agar dapat kembali ke jalur perlintasan yang aman.
Menurut Kasman, penyempitan dan pendangkalan Muara Air Kantung ini sudah terjadi selama bertahun-tahun dan tidak ada perubahan yang signifikan.
Selama ini solusi dari pendangkalan muara tersebut hanya dilakukan pengerukan pasir oleh escavator.
Padahal, menurutnya pengerukan pasir seperti itu tidak dapat menyelesaikan masalah pendangkalan karena pasir yang dikeruk hanya akan diletakkan di pingir-pinggirnya saja.
Sedangkan nanti kalo air pasang, pasir-pasir tersebut akan turun lagi ke air.
Menurut Kasman, alangkah baiknya jika pasir-pasir tersebut disedot menggunakan kapal isap dan dibuang agak jauh dari lokasi muara.
Karena kalau tidak, hal tersebut akan berdampak nelayan yang lain harus pandai-pandai menunggu air pasang dan mencari spot yang tepat agar perahu miliknya tidak kandas.
Kasman berharap, masalah pendangkalan yang sudah terjadi bertahun-tahun ini dapat dicarikan solusinya oleh pihak yang berwenang, sehingga ia dan para nelayan lainnya tidak perlu risau jika hendak melintasi muara tersebut.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)