Breaking News:

Cuaca Hari Ini

Apa Itu Kemarau Basah? Pantesan Hujan Terus, BMKG dan Lapan Beberkan Fenomena La Lina

Makanya, meski 56 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau, tetapi justru masih sering terjadi hujan dan cuaca cenderung relatif dingin.

Editor: fitriadi
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Ilustrasi kemarau basah. BMKG dan Lapan memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami kemarau basah, artinya musim kemarau tapi sering diguyur hujan. 

BANGKAPOS.COM - Wilayah Indonesia tahun 2021 mengalami kemarau basah.

Sejumlah daerah dilanda hujan dengan intensitas tinggi hingga rendah, padalah saat ini sedang masuk musimj kemarau.

Fenomena ini dalam beberapa pekan ini terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Prediksi soal kemarau basah ini sebenarnya sudah disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) beberapa bulan lalu.

Makanya, meski 56 persen wilayah Indonesia memasuki musim kemarau, tetapi justru masih sering terjadi hujan dan cuaca cenderung relatif dingin.

Baca juga: Aneh Musim Kemarau tapi Tiap Hari Hujan Terus, Ini Penjelasan BMKG

Baca juga: Hasil Otopsi Terkuak Fakta Baru Pembunuhan di Subang hingga Sosok Misterius Parkirkan Mobil

Dikutip Bangkapos.com dari Tribunjateng.com, Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, Usman Efendi beberapa waktu lalu menjelaskan apa itu kemarau basah.

Menurutnya, musim kemarau bukan berarti musim tanpa hujan sama sekali.

Awal musim kemarau ditentukan apabila curah hujan dalam satu dasarian (sepuluh hari) kurang dari 50 mm dan diikuti beberapa dasarian berikutnya, sehingga peristiwa hujan pada musim kemarau sebetulnya merupakan hal yang wajar.

Hanya saja curah hujan pada musim kemarau tahun ini diprediksi berada pada level normal hingga diatas normal. Kondisi tersebut biasa disebut dengan istilah kemarau basah.

"BMKG memprakirakan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia akan terdampak fenomena La Nina pada periode Juli, Agustus, September 2016 atau akrab disebut dengan periode JAS," kata Usman Efendi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved