Breaking News:

bangka pos hari ini

Fahma: APBN Alat Utama Dalam Penanganan Pandemi Covid 19

APBN mempunyai tiga fungsi utama, yaitu sebagai fungsi alokasi, fungsi distribusi dan fungsi stabilisasi.

Editor: Agus Nuryadhyn
IST (Zaenal)
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bangka Belitung, Fahma Sari memberikan kuliah umum di Universitas Bangka Belitung demgan tema "Peran APBN sebagai Penggerak Ekonomi di Era Pandemi Covid". 

BANGKAPOS.COM - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bangka Belitung Fahma Sari Fatma memberikan kuliah umum di Universitas Bangka Belitung (UBB) dengan tema 'Peran APBN sebagai Penggerak Ekonomi di Era Pandemi Covid-19'.

"Pengertian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara adalah sebuah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat," sebut Fahma Sari Fatma sebagai narasumber dalam Kuliah Umum Program Studi Ekonomi UBB dalam rilis yang diterima Bangka Pos Group, Kamis (26/8/2021).

Lebih lanjut, Fahma memaparkan antara lain bahwa APBN mempunyai tiga fungsi utama, yaitu sebagai fungsi alokasi, fungsi distribusi dan fungsi stabilisasi.

Fungsi alokasi artinya anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian.

Fungsi distribusi artinya anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

Sedangkan fungsi stabilisasi artinya anggaran negara menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang fungsi fungsi APBN tersebut, Kepala Kanwil DJPb juga memaparkan terkait Kinerja Belanja APBN Tahun 2021 untuk lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik terkait belanja pemerintah pusat maupun belanja transfer ke daerah dan dana desa, termasuk program program serta kebijakan pemerintah dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasionalnya.

Ketika sektor sektor swasta terdampak sangat parah akibat adanya pandemi Covid 19 ini, maka APBN menjadi alat utama dalam penanganan pandemi Covid 19 untuk membantu agar masyarakat terdampak dapat bertahan, serta tentu saja agar roda perekonomian tetap dapat berputar.

"APBN harus mampu untuk bisa menjaga perekonomian dan negara di dalam kondisi yang tidak selalu dapat diprediksi, termasuk menghadapi pandemi Covid 19 ini. Jadi, dalam tekanan ekonomi seperti sekarang ini, APBN Indonesia menjadi instrument countercyclical, sebagai upaya menjaga belanja negara untuk dapat mengatasi dampak pandemi Covid 19," ujar Fahma mengakhiri penjelasannya.
Kuliah umum diikuti oleh peserta dari kalangan dosen, akademisi, mahasiswa, praktisi serta masyarakat umum melalui media daring. (*/t4)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved