Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Varian Baru Covid-19 Bertambah di Bangka Belitung, Sebanyak 22 Sampel Positif Delta B.1.617.2

Varian virus Covid-19 Delta B.1.617.2 kembali bertambah di Provinsi Bangka Belitung berdasarkan hasil Laboratorium

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Varian virus Covid-19 Delta B.1.617.2 kembali bertambah di Provinsi Bangka Belitung berdasarkan hasil Laboratorium Badan dan Pengembangan Kesehatan RI, pada Kamis (26/8/2021) kemarin.

Di mana dari 37 sampel yang dikirimkan oleh Labkesda Bangka Belitung, pada 30 Juli 2021 sebanyak 22 sampel dinyatakan positif varian baru Covid-19 yakni Delta B.1.617.2.

Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Mikron Antariksa, mengatakan, sebanyak 37 sampel yang dikirimkan tersebut berasal dari 4 sampel dari Belitung dan 18 sampel dari pulau Bangka.

"Kita sudah mendapatkan surat resmi terkait varian baru Delta B.1.617.2 yang telah bertambah di Bangka Belitung," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Varian Delta Ditemukan di Babel, Gubernur Lakukan Strategi Ini untuk Pencegahan

Baca juga: Selama 26 Hari di Bulan Agustus 2021, Kasus Kematian di Babel Akibat Covid-19 Bertambah 505 Orang

Mikron mengatakan hasil sampel yang dikirim tersebut memang telah lama dan baru saat ini diketahui hasilnya.

Dia juga pernah menduga varian Delta telah menyebar di Bangka Belitung dengan melihat kasus penyebaran yang enam kali lebih cepat di Babel saat ini.

"Dengan telah terjadi penyebaran varian mutasi virus tersebut kami akan melakukan beberapa rekomendasi berkaitan penangananya. Karena ini temuan baru yang sebelumnya juga terdapat lima kasus di Belitung, sehingga total varian Delta di Babel 27 kasus," jelasnya.

Mikron mengingatkan, bahwa varian Delta memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dan cepat namun untuk saat ini belum ada perbedaan dalam upaya pencegahan maupun pengobatan.

"Sehingga perlunya percepatan dan cakupan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat karena orang yang belum divaksin bisa menjadi sumber mutasi baru," kata Mikron.

Baca juga: Prihatin Puluhan Anak Kehilangan Orangtua karena Covid-19, Anggota DPRD Pangkalpinang Sarankan Ini

Baca juga: Inilah Sosok 4 Calon Plt Gubernur Bangka Belitung Pengganti Erzaldi Rosman

Dia menambahkan, langkah-langkah yang akan dilakukan Satgas Covid-19 yakni memperkuat tracing terhadap kontak erat di area kasus positif Covid-19 terjadi, di masyarakat maupun perkantoran.

"Kami akan melakukan untuk penguatan tracing juga harus dilakukan kepada kontak erat pemilik resiko tinggi yaitu warga masyarakat dengan usia 65 tahun keatas atau memiliki penyakit penyerta komorbit," tegas Mikron.

Termasuk memastikan proses Isolasi Terpusat (Isoter) maupun Isolasi Mandiri (Isoman) dilaksanakan dengan aman, taat dan disiplin. Kontak erat wajib melakukan karantina tanpa terkecuali.

"Meningkatkan peran masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Isoter dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan berdasarkan prinsip keselamatan dan kepedulian sosial. Pasien yang positif diwajibkan melakukan isoter yang disediakan oleh pemerintah maupun komunitas," imbau Mikron.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved