Breaking News:

Edarkan Sabu ke Penambang TI, Oga Tak Berkutik Saat Ditangkap Tim Hantu Polres Bangka Barat

Pria bekerja sebagai penambang pasir timah ini ditangkap lantaran kedapatan menyimpan 15 paket seberat 2,97 gram diduga narkoba jenis sabu di rumahnya

Penulis: Yuranda | Editor: El Tjandring

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Edi Susanto alias Oga (29) tak berkutik saat disergap Tim Hantu Sat Resnarkoba Polres Bangka Barat, di kediamannya di Dusun Pala, Teluk Limau, Parittiga, Bangka Barat, Senin (23/8/2021) sekitar pukul 22.00 WIB.

Pria bekerja sebagai penambang pasir timah ini ditangkap lantaran kedapatan menyimpan 15 paket seberat 2,97 gram diduga narkoba jenis sabu-sabu di rumahnya.

Oga juga mengakui selain menggunakan barang tersebut, dirinya juga merupakan pengedar narkoba. Barang tersebut diedarkan kepada para penambang yang ada di daerah tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Oga, saat menghadiri Konferensi Pers yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat, Iptu Eddy Yuhansyah, di depan ruangan Sat Resnarkoba, Jumat (27/8/2021) siang

Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat, Iptu Eddy Yuhansyah mengungkap kronologis penangkapan Edi Susanto alias Oga.

Awalnya, Tim Hantu mendapatkan informasi bahwa di daerah Dusun Pala, Desa Teluk Limau, sedang marak penjualan shabu.

Sehingga, Tim mengatur strategi guna penangkapan terhadap diduga sebagai Bandar narkoba.

"Kami melakukan pengintaian dan kami tangkap terduga pelaku Oga di rumahnya, didapatkan 15 paket sabu kami temukan di kediamannya," kata Iptu Eddy Yuhansyah.

Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 15 bungkus plastik bening dan uang sebesar Rp 1.875.000. uang tersebut adalah hasil penjualan sabu.

"Total barang bukti secara keseluruhan sebanyak 2.97 gram. Selain itu kami juga menyita satu unit handphone warna merah Oppo, satu unit handphone wama hitam Kotel," ucapnya

Terhadap tersangka diancam dengan pasal 114 ayat (1) Subs pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Diancam dengan pidana minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Bangkapos.com/Yuranda

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved