Breaking News:

Berita Pangkalpinang

BMKG Sebut Saat Ini Seharusnya Puncak Kemarau tapi Musim Hujan datang Lebih Cepat, Ini Penyebabnya

Gangguan cuaca berupa Madden Julian Oscillation (MJO) serta belokan angin dan konvergensi di wilayah Bangka Belitung (Babel)

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Kondisi hujan di Jalan Abdurrahman Sidik Kota Pangkalpinang, Senin (12/7/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gangguan cuaca berupa Madden Julian Oscillation (MJO) serta belokan angin dan konvergensi di wilayah Bangka Belitung (Babel) beberapa waktu lalu menyebabkan musim hujan datang lebih cepat.

Demikian hal tersebut disebutkan Kepala Seksi data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji.

Menurut Kurniaji, mestinya saat ini Bangka Belitung sedang berada di puncak kemarau.

"Keduanya menyebabkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan di Babel masih cukup tinggi walaupun saat ini harusnya Babel sedang berada di puncak kemarau," kata Kurniaji kepada Bangkapos.com, Minggu (29/8/2021).

Baca juga: Isi Percakapan Yosef dan Caddy Golf Sebelum Tuti dan Amalia Ditemukan Tewas di Bagasi Mobil

Baca juga: Petani Ini Terkejut Lihat Isinya, Setelah Warga Bedah Perut Ular Piton Sepanjang 4,5 Meter

Menurutnya, hampir 46 persen wilayah Indonesia diprakirakan awal musim penghujannya akan maju.

Untuk Bangka Belitung sendiri sesuai info yang disampaikan oleh Stasiun Klimatologi Koba Bangka Tengah diprakirakan musim awal penghujan terjadi pada Pertengahan atau Akhir September.

"Diprediksi akan berlangsung hingga akhir April atau Awal Mei 2022 nanti," sebutnya.

Untuk itu, pihak BMKG mengimbau pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai, mengantisipasi dan melakukan aksi mitigasi lebih awal guna menghindari dan mengurangi risiko bencana.

Kemudian, puncak musim hujan periode 2021/2022 sendiri diprediksi akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022.

"Perlu menjadi perhatian bersama, terutama di wilayah-wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak seiring intensitas curah hujan yang akan terus semakin meninggi," katanya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved