Breaking News:

Sungai Jelitik Terancam Buntu, TI Rajuk Buang Tailing ke Alur

Sungai Jelitik Sungailiat yang terletak di perbatasan Parit Pekir Kelurahan Sungailiat dengan Kelurahan Jelitik Kecamatan Sungailiat terancam dangkal

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Sungai Jelitik Sungailiat yang terletak di perbatasan Parit Pekir Kelurahan Sungailiat dengan Kelurahan Jelitik Kecamatan Sungailiat terancam dangkal atau buntu kembali.

Pasalnya di bagian hulu beberapa unit TI (tambang inkonvensional) rajuk diduga ilegal yang beroperasi di bantaran/pinggiran sungai, sedangkan tanah railing dibuang masuk ke dalam sungai sehingga dikhawatirkan semakin lama dibiarkan tanah tailing ini bisa menutupi atau membuat dangkal alur sungai.

Padahal pada tahun 2020 lalu, pemerintah baru saja selesai melakukan proyek pengerukan alur sungai sebagai antisipasi musibah banjir.

Pantauan Bangkapos.com, Minggu (29/08/2021) di lokasi dari atas Jembatan Jelitik para pengendara yang lewat bisa melihat dengan jelas tumpukan tanah tailing menggunung tinggi di pinggir/bantaran sungai.

Ada juga terlihat sakan TI yang tanah tailingnya jelas terlihat dibuang ke arah dalam sungai.

Saat ditemui lebih dekat memang saat itu tidak ada pekerja TI yang sedang bekerja atau beroperasi, mungkin karena hari Minggu atau hari libur.

Seorang warga setempat mengatakan TI-TI tersebut sudah beroperasi cukup lama di bantaran sungai ini.

"Kami tidak tau dari mana orang yang mengerjakannya, kami warga sini tidak berani mencampuri urusan mereka," ujarnya.

Sementara itu Kepala Lingkungan (Kaling) Parit Pekir Kelurahan Sungailiat, Mohamat Rozi mengatakan wilayah Sungai Jelitik itu merupakan perbatasan antara Kelurahan Sungailiat dengan Kelurahan Jelitik.

"Tahun lalu Sungai Jelitik itu ada proyek pengerukan karena sungai itu bagian hilirnya mengarah ke laut menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, sedangkan bagian hulunya merupakan saluran tempat pembuangan air dari dalam kota Sungailiat melewati Kolong Sunlike atau Kolong Grasi," kata Rozi.

Diakuinya aliran Sungai Jelitik ini memiliki peran penting untuk pembuangan air dari darat menuju laut, sehingga apabila terjadi buntu atau pendangkalan akibat pembuangan tanah tailing TI maka sangatlah berbahaya.

"Apabila sungai itu buntu dikhawatirkan bisa menyebabkan banjir, apalagi pemerintah sudah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mengeruknya pada tahun 2020 lalu, jadi sangat disayangkan apabila menjadi dangkal atau buntu kembali," imbuhnya.

Diakuinya memang sudah menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan TI-TI di bantaran sungai itu.

"Saya juga tidak tau siapa yang membuka dan mengerjakan TI-TI disitu, nanti akan kita laporkan kepada pak Lurah Sungailiat selaku atasan kami," ujarnya.

(Bangkapos.com /Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved