Selasa, 9 Juni 2026

Terdengar Sepele, 9 Kata-kata dari Istri Ini Bisa Buat Suami Sakit Hati dan Melukai hingga Lunglai

Terdengar Sepele, 9 Kata-kata dari Istri Ini Bisa Buat Suami Sakit Hati dan Melukai hingga Lunglai

Tayang:
Editor: M Zulkodri
https://infogadis.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM-Pernikahan merupakan ikatan janji suci sebuah pasangan.

Dalam kehidupan rumah tangga keharmonisan dan saling pengertian antara sesama perlu dikedepankan.

Tahukah anda? Salah satu bagian terbaik dari sebuah pernikahan adalah perasaan sangat nyaman terhadap suami.

Kenyamanan yang dapat membuat Anda melakukan dan mengatakan apa saja dengan jujur.

Namun jika terlalu jujur, yang Anda ucapkan justru dapat menyakiti hati suami dan malah menimbulkan konflik.

Ya, kadang ada alasan logis bagi Anda untuk mendiskusikan hal-hal tertentu yang bersifat sensitif.

Namun jika disampaikan dengan bebas tanpa pertimbangan apa pun, malah akan menimbulkan masalah baru bagi Anda dan suami.

Suami-istri yang baru saja menikah biasanya sering terlibat pertengkaran.

Pertengkaran merupakan hal wajar bagi pasangan pengantin baru.

Dari pertengkaran itu, Anda akan mengenal karakter pasangan yang sebenarnya. 

Ketika sedang bertengkar, biasanya si istri akan lebih banyak bicara daripada suaminya.

Hal itu terjadi lataran wanita pada umumnya lebih mudah meluapkan emosi.

Namun, berhati-hatilah dalam berbicara ketika sedang bertengkar. Sebab, kata-kata yang keluar saat Anda dilanda emosi bisa jadi menyakiti hati suami. 

Dilansir dari akun tiktok milik @dokteraisyahdahlan, ia membagikan video tentang kata atau ucapan istri yang bisa menyakiti suami. 

Baca juga: Jarang Berhubungan Intim dalam Waktu Lama Ternyata Bisa Picu Bahaya Mengerikan hingga Sakit-sakitan

Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Terbongkar Ternyata Sosok Ini yang Hapus Foto-foto Amalia

Dari video tersebut kadang-kadang seorang istri tak menyadari ketika sedang meluapkan amarah pada suami, mereka dengan tak sengaja melukai hatinya. 

Hal tersebut bisa menajdi dosa besar dan durhaka seorang istri pada suami. 

Dr. Aisyah Dahlan menjelaskan jangan sampai ketika sedang marah anda memaki dan merendahkan suami.

Karena itu bisa menyakitinya, apalagi menyebutkan bahwa suamimu tak berguna sama sekali. 

Secara tidak sadar kalian akan melukai hatinya. 

Dr. Aisyah juga menyebutkan bahwa, suami lebih sakit hati di rendahkan oleh istri di bandingkan dirinya di pecat dari kantor. 

Untuk itu sebagai seorang istri kita wajib menajga lisan dan perilaku, ketika marahpun biasakan jangan pakai nada tinggi. 

Baca juga: Petani Ini Terkejut Lihat Isinya, Setelah Warga Bedah Perut Ular Piton Sepanjang 4,5 Meter

Kali ini Bangakapos.com akan membagikan contoh-contoh kecil seorang istri yang dapat melukai suami :

1. Kau seperti ayahmu 

Saat sedang marah, biasanya seorang istri akan membandingkan sang suami dengan ayah mertuanya. “Ah, kau dan ayahmu sama saja.” Kalimat itu ternyata membuat perasaan suami Anda terluka. 

Sebab, sebagai seorang pria, suami Anda tentu tidak ingin dibandingkan dengan pria manapun, termasuk ayah kandungnya.

Oleh sebab itu, kendalikan emosi Anda.  Jangan sampai Anda mengucapkan kalimat itu yang akan memperkeruh suasana. 

2. Kapan kau mendapat pekerjaan? 

Tugas utama suami adalah memberi nafkah bagi keluarganya.

Jika seorang wanita mempunyai suami yang belum memiliki pekerjaan tentu ia akan merasa sangat kesal.

Keadaan ekonomi yang sulit kerap memicu pertengkaran antara pasangan suami istri. 

Jika sedang marah, biasanya si istri akan bertanya.”kapan kau mendapat pekerjaan?” kepada suaminya. Mempertanyakan hal itu kepada suami memang tidak salah.

Namun, jika Anda sering mengulang pertanyaan tersebut justru membuat suami merasa terintimidasi.

Sebaiknya, jangan terus mempertanyakan hal itu kepada suami, agar suasana rumah tangga Anda tetap harmonis. 

Baca juga: Kenapa Pria Usai Berhubungan Intim Langsung Tertidur, Ternyata Ini Penyebabnya, Penjelasan dr Aisah

Baca juga: Mulai 1 November 2021, Ini Deretan Handphone Tak Bisa Pakai WhatsApp, Simak Cara Cek Ponsel Kamu

3. Kau tidak berguna 

Ketika suami mencoba membantu Anda melakukan suatu pekerjaan dan hasilnya gagal, jangan pernah membentaknya dengan mengatakan, “kau tidak berguna.”

Sebab, perkataan itu akan sangat melukai hatinya.

Hargailah bantuan yang diberikan si suami, jangan hanya menyalahkannya atas kegagalan yang terjadi.

4. Ya, saya mengalami orgasme, padahal tidak

Tidak ada yang pernah menganjurkan orang untuk berbohong, apalagi saat bicara tentang hubungan intim dengan suami.

Saat Anda berpura-pura menikmati hubungan suami istri, mungkin Anda berpikir sedang menghibur suami.

Padahal Anda sedang memberi jarak pada suami dengan berkata tidak jujur.

Sebagian besar waktu, para suami tahu bahwa Anda sedang berbohong.

4. Ibuku sudah pernah bilang kamu akan melakukan ini!

Ini adalah cara yang sering istri gunakan untuk mengesahkan argumen yang mungkin mereka sadari tidak terlalu kuat.

Kata-kata ini menunjukkan bahwa Anda tidak memihak pada suami atau pernikahan Anda dan malah membela pihak lain.

Sebaiknya Anda jangan membiarkan ucapan siapa pun mendikte Anda dalam hubungan dengan suami.

5. Sudah biarkan saja, saya akan kerjakan sendiri.

Hal ini bisa menyakiti perasaan suami karena dua hal. Pertama karena perkataan ini menyerang kemampuan suami sebagai kepala keluarga.

Kedua, karena suami akan merasa bahwa usahanya untuk membantu tidak berarti dan sepele.

Jika terlalu sering mengatakan ini, suami akan merasa bahwa ia tidak pernah bisa menyenangkan hati Anda.

6. Kamu selalu... atau Kamu tidak pernah...

Ini adalah dua jenis kalimat yang dianjurkan agar tidak digunakan oleh pasangan suami istri.

Dua kalimat ini identik dengan sifat negatif, suami otomatis akan merasa sedang diserang dan jadi defensif.

Biasanya suami kemudian akan menyebutkan kapan saja ia pernah melakukan hal-hal yang Anda katakan tidak pernah dia lakukan.

7. Apa celana yang kamu pakai cocok sama kamu?

Apakah Anda sedang berusaha mengatakan bahwa berat badan suami naik? Kalimat di atas tidak akan menyampaikan pesan yang ingin Anda sampaikan.

Anda malah akan menyinggung perasaannya, padahal Anda khawatir tentang kesehatannya.

8. Aduh, kita akan pergi lagi dengan dia?

Anda tak harus menyukai teman laki-laki suami Anda, dan sebaiknya Anda tidak berpura-pura.

Tapi jangan sampai suami merasa bahwa teman-teman pilihannya adalah orang yang buruk.

Ketidaksukaan Anda juga terkesan Anda mengatur pertemanan suami, dan suami tidak suka diatur apalagi soal cara memilih teman.

9. Tolong jaga anak-anak ya. Tapi jangan ... dan lakukan ..., dan jangan lupa ..

Ibu-ibu umumnya gelisah saat meninggalkan anak dengan suami, meskipun kadang istri memang membutuhkan bantuan suami mengurus anak.

Perilaku ini adalah kebiasaan buruk istri yang menyepelekan kemampuan suami mengurus anak.

Jika Anda ingin suami lebih terlibat dalam mengurus anak, Anda harus lebih menunjukkan bahwa ia mengandalkan dan mempercayai suami untuk menjaga anak. 

(Bangkapos.com/Ranthi Apriliah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved