Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Satu Tahun Lebih Tak Masuk Sekolah Karena Pandemi, Siswi SMP Ini Senang Bisa Pakai Seragam Lagi

Gerimis Senin (30/8/2021) pagi, tak menyurutkan niat para siswa di SMP Negeri 10 Pangkalpinang, untuk melakukan pembelajar tatap muka.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: El Tjandring
(Bangkapos/Cepi Marlianto)
Sejumlah siswa SMPN 10 Pangkalpinang sat mengikuti PTM terbatas di sekolah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gerimis Senin (30/8/2021) pagi, tak menyurutkan niat para siswa di sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 10 Pangkalpinang, untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

Sejak sekitar pukul 06.45 WIB para siswa mulai bergiliran datang ke sekolah, satu per satu sepeda motor mulai berhenti di depan gerbang. Mereka adalah para orangtua siswa yang mengantarkan anaknya ke sekolah.

Selepas turun dari kendaraan, para siswa sudah disambut satu orang guru yang sudah ada di pintu gerbang dan langsung melakukan pengukuran suhu.

Tak hanya cek suhu, PTM di sekolah pada masa pandemi sepertinya lebih rumit dan harus ekstra ketat. Pasalnya setelah itu, empat orang guru mulai mengarahkan mereka untuk mencuci tangan yang telah disediakan sebelum memasuki ruang kelas.

Siswa harus masuk melewati jalur khusus yang telah disediakan. Tak ada aktivitas di luar kelas seperti bersenda gurau bersama teman biasanya, setibanya di depan ruang kelas mereka langsung diperintahkan guru untuk segera masuk.

Hal ini tentunya sudah menjadi hal yang biasa bagi para siswa, contohnya saja Amoy (13). Menurut gadis belia yang duduk di bangku kelas VII SMP N 10 Pangkalpinang ini hal tersebut sudah menjadi rutinitas dirinya jika melakukan PTM di sekolah.

Baca juga: Jarang Berhubungan Intim dalam Waktu Lama Ternyata Bisa Picu Bahaya Mengerikan hingga Sakit-sakitan

Baca juga: Urutan Sholat Jenazah Mulai dari Niat hingga Bacaan Ayat Tiap Takbir

Baca juga: 10 Manfaat Kesehatan yang Mengejutkan dari Hubungan Intim, Sejumlah Penyakit Bisa Sembuh

Meski begitu, ia tak merasa keberatan, justru dirinya merasa senang, sebab sejak duduk di bangku kelas VI sekolah dasar hal ini merupakan kali pertama Amoy kembali ke sekolah dan mengenakan seragam biru putih ciri khas anak SMP.

Pasalnya sejak penerimaan peserta didik baru (PPDB) semua kegiatan di sekolah dilakukan melalui dalam jaringan atau daring, bahkan dulu ia hanya mengenal teman sekelasnya melalui grup WhatsApp.

"Senang sekali, dari kelas VI SD nggak pernah masuk sekolah. Pas SMP juga begitu, ada baju SMP tapi nggak pernah dipakai dan sekarang baru di pakai," kata dia, Senin (30/8/2021).

Diakui Amoy, ia mengaku sangat senang ketika pembelajaran di sekolah kembali dilakukan, sebab selama belajar online dari rumah dirinya sulit memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Terlebih lagi guru hanya memberikan tugas tanpa disertai penjelasan.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved