bangka pos hari ini
Baju Kaos Yang Lagi Ngetren Jadi Petunjuk, Polisi Tangkap 2 Pelaku Perusak Mesin ATM
Motif tersebut diperkuat dengan perbuatan pencurian sepeda motor tidak jauh dari lokasi ATM seusai mereka gagal membobol mesin tersebut.
BANGKAPOS.COM - Setelah menyelidiki selama satu pekan, akhirnya pelaku perusak mesin ATM di Kelapa Kampit berhasil ditangkap Tim Panah Satreskrim Polres Belitung Timur, Minggu (29/8/2021) pukul 21.00 WIB.
Pelaku berjumlah dua orang itu ditangkap di dua lokasi berbeda yaitu Kawasan Pasar Hatta Tanjungpandan dan Perumnas Desa Pelempang Jaya.
Kasat Reskrim Polres Belitung Timur AKP Deddy Nuari mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan mendapatkan informasi keberadaan pelaku di Tanjungpandan.
Baca juga: Kisah Suami Selamat dari Maut, Usai Dikhianati dan Mau Dibunuh Pria Selingkuhan Istri
Kasat Reskrim menjelaskan kamera CCTV yang ada di ATM tidak terlalu jelas sehingga harus bekerja ekstra untuk mendapatkan ciri ciri pelaku.
Setelah diamati dan melakukan penyelidikan, polisi menemukan ciri ciri pelaku dari pakaian yang dipakai.
Setelah itu polisi mencarinya hingga ke Tanjungpandan berdasarkan ciri ciri yang ditemukan.
Setelah dipastikan keberadaannya, Tim Panah Satreskrim yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Dedy Irmawan langsung meluncur ke lokasi penangkapan.
"Kami berhasil menangkap dua pelaku, pertama Eloyen (22) warga Desa Pelempang Jaya dan Ujang Setiawan (23) warga Bandung Barat.
Dua pelaku melakukan perlawanan saat ditangkap karena itu sempat kami tembak kakinya untuk melumpuhkan pelarian," kata AKP Deddy, kepada harian ini, Senin (30/8/2021).
Baca juga: Sempat Kaburi, Residivis Ini Berhasil Dibekuk Sat Narkoba Polres Bangka Tengah, Simpan 0,3 gram Sabu
Setelah ditangkap, lanjutnya, kepolisian langsung melakukan rekonstruksi kejadian dipimpin oleh Kasat Reskrim dan dihadiri langsung oleh Kapolres Beltim AKBP Taufik Noor Isya dan Camat Kelapa Kampit Syahril di lokasi kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan, motif mereka melakukan tindak pidana tersebut adalah ekonomi. Namun, kata Kasat Reskrim, mereka tidak berhasil membobol ATM karena kurang keahlian membuka mesin ATM.
Motif tersebut diperkuat dengan perbuatan pencurian sepeda motor tidak jauh dari lokasi ATM seusai mereka gagal membobol mesin tersebut.
"Polisi sudah menyita barang bukti berupa kampak besi, pakaian mereka, dan motor yang mereka curi," kata Deddy.
Saat ini dua pelaku sudah mendekam di Polres Belitung Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka akan diganjar hukuman Tindak pidana 363 junto 53 KUHPidana sebagaimana dimaksud percobaan pencurian.
Baca juga: Curhatan Istri Muda Yosef, Tertekan Hingga Menangis, Bersumpah Tak Terlibat Kasus Subang Jabar
Berkat Kaos yang Sedang Tren
Kasat Reskrim Polres Belitung Timur AKP Deddy Nuari didampingi KBO Reskrim Polres Belitung Timur Ipda M Rochli Hanafi mengungkapkan kepolisian menemukan petunjuk petunjuk dalam masa penyelidikan.
Salah satunya adalah dari pakaian yang dipakai oleh pelaku. AKP Deddy bilang kaos itu bermotif tulisan aksara China dan ada corak warna abu abu dan merah di bawah bajunya.
"Dari kamera CCTV terlihat dia memakai baju tersebut. Diketahui baju itu sedang tren di kalangan anak muda, harganya Rp100 ribu dapat tiga," kata AKP Deddy ditemui di ruangannya, Senin (30/8/2021).
Deddy melanjutkan, dari petunjuk tersebut dan fakta pendukung lainnya dia melakukan pencarian hingga ke Tanjungpandan.
Sampai akhirnya pada Minggu (29/8/2021) malam pelaku bisa ditangkap saat berada di dua lokasi berbeda, yaitu di Perumnas Desa Pelempang Jaya dan Kawasan Pasar Hatta Tanjungpandan.
Baca juga: KPK Ungkap Tarif Jual Beli Jabatan Jadi Kades di Probolinggo Sebesar Rp 20 Juta
Deddy menambahkan modus pelaku yaitu mematikan listrik dan melancarkan aksinya. Namun, karena belum terlatih mereka gagal membobol ATM tersebut hingga mereka keluar dengan tangan kosong.
"Mereka mencongkel mesin ATM nya pakai kampak besi kecil. Mereka berusaha membobol tapi gagal. Lalu mereka mencuri motor di sekitar TKP dan dari ciri ciri motor itu juga kami mendapatkan petunjuk," kata Deddy.
Dua pelaku Eloyen (22) warga Desa Pelempang Jaya dan Ujang Setiawan (23) warga Bandung Barat mengatakan tidak ada tujuan apapun selain ekonomi dalam melakukan aksi tersebut.
"Iseng aja buat cari duit. Tidak ada rencana sebelumnya," kata Eloyen. (s1)