Breaking News:

Fantastis, Afganistan Miliki Kekayaan Rp 14.323 Triliun Sekarang Dikuasai Taliban

Taliban kembali menguasai pemanfaatan kekayaan sumber daya alam Afganistan setelah memenangkan peperangan.

Editor: fitriadi
AFP/Files
Ilustrasi tambang emas di Afganistan. 

BANGKAPOS.COM, KABUL - Taliban kembali menguasai pemanfaatan kekayaan sumber daya alam Afganistan.

Kepastian ini setelah pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutu meninggalkan Afganistan pada Selasa 31 Agustus 2021.

Afganistan menyimpan 'harta karun' bernilai fantastis.

Negara yang memiliki julukan Graveyard of Empires itu memiliki kekayaan berupa tambang mineral yang nilainya hampir US$ 1 triliun atau Rp 14.323 triliun (kurs Rp 14.323).

Sebenarnya tambang mineral ini sudah lama ditemukan di Afganistan.

Baca juga: Masih Ingat Bucek Deep Mantan Suami Titi DJ? Kini Terdampak PPKM hingga Nyasar ke Pulau Bangka

Baca juga: Sosok Kartina, Istri Munir de Aliando Tak Kalah Kocak, Dekat dengan Keluarga Wali Kota Pangkalpinang

Baca juga: Oknum PNS Kejari Dilaporkan Istrinya ke Kejati Gegara Kawin hingga 7 Kali, Dua Istri Tinggal Serumah

New York Times melaporkan pada Sabtu (28/8/2021), tambang mineral dengan jumlah fantastis itu pertama kali ditemukan oleh Amerika Serikat (AS) pada 2010.

Tambang itu berisi deposit litium dan kobalt, keduanya merupakan komponen utama dalam baterai kendaraan listrik, emas, tembaga, dan bijih besi.

Menurut para ahli geologi AS, nilai kandungan mineral itu jauh melampaui cadangan yang diketahui sebelumnya.

Tambang itu diyakini bisa mengubah nasib ekonomi Afghanistan. Bahkan para pejabat AS percaya Afghanistan bisa menjadi pusat dunia pertambangan.

Dalam memo internal di Pentagon bahkan menyatakan bahwa Afghanistan dapat menjadi "Saudi Arabia of lithium".

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved