Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Hingga Kini 120 Warga di Bangka Selatan Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Selama PPKM Ada 75 Kasus

Terhitung sejak Maret 2020 hingga 30 Agustus 2021, total warga Kabupaten Bangka Selatan yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terhitung sejak Maret 2020 hingga 30 Agustus 2021, total warga Kabupaten Bangka Selatan yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 tercatat sebanyak 120 kasus.

Sementara itu, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 diterapkan di Kabupaten Bangka Selatan, tercatat sebanyak 75 warga yang dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19.

"Kalau kasus keseluruhan itu tercatat yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 120 jiwa, namun saat PPKM Level 3 diterapkan sebanyak 75 warga dinyatakan meninggal dunia," jelas Supriyadi selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan saat dikonfirmasi Bangkapos.com, pada Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Oknum PNS Kejari Dilaporkan Istrinya ke Kejati Gegara Kawin hingga 7 Kali, Dua Istri Tinggal Serumah

Baca juga: 10 Manfaat Kesehatan yang Mengejutkan dari Hubungan Intim, Sejumlah Penyakit Bisa Sembuh

PPKM Level 3 di Kabupaten Bangka Selatan lanjut Supriyadi telah diterapkan sejak Senin (26/7/2021) lalu dan hingga kini masih dalam proses perpanjangan hingga Senin (6/9/2021) mendatang.

"Kalau dirincikan per periode, Periode 26 Juli hingga 8 Agustus 2021 sebanyak 33 kasus sedangkan Periode 9 hingga 23 Agustus sebanyak 24 kasus. Ditambah lagi Periode 24 Agustus hingga 30 Agustus itu ada sebanyak 18 kasus sehingga total keseluruhannya adalah 75 kasus," ungkap Supriyadi.

Supriyadi yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan menyebutkan, kematian yang terjadi terhadap warga Kabupaten Bangka Selatan ini rata-rata memiliki penyakit penyerta.

"Rata-rata dari kasus kematian warga kita ini, kebanyakan itu memiliki komorbid atau penyerta selain dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19," kata Supriyadi.

Baca juga: Aktor Ternama Indonesia, Bucek Depp Nyasar di Toboali, Hendak ke Jakarta dari Batam

Menurut, dalam kasus yang meninggal dunia akibat Covid-19 didominasi oleh warga yang berusia lanjut (lansia), namun demikian Supriyadi belum dapat memastikan jumlah detailnya.

"Kebanyakan atau sebagian besarnya adalah lansia, namun jumlah detailnya masih dalam proses kalkulasi," kata Supriyadi.

Secara rinci Supriyadi menyebutkan penyakit penyerta yang terjadi pada warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 yaitu gangguan pernapasan akut, penyumbatan pembuluh darah, diabetes melitus, hipertensi atau darah tinggi, gagal ginjal kronis, gagal hati, demam, flu dan sesak napas.

Supriyadi menambahkan proses pemakaman terhadap warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 ini telah dilangsungkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved