Breaking News:

Berita Bangka Barat

Korupsi PT BPRS Muntok, Rumah, Tanah serta Mobil Milik Mantan Kacab Disita Tutupi Kerugian Rp5,6 M

Dharma illahi menanggapi Tim Penyidik Pidsus Kejari Bangka Barat menyita dua unit rumah milik kliennya dinilai lambat.

Penulis: Yuranda | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Yuranda
Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, menyita dua aset milik Kurniatiyah Hanom, Selasa (31/8/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penasehat Hukum (PH) Kurniatiyah Hanom, Dharma illahi menanggapi Tim Penyidik Pidsus Kejari Bangka Barat menyita dua unit rumah milik kliennya dinilai lambat.

Penyitaan aset milik Kurniatiyah Hanom itu dilakukan lantaran Ia selaku mantan Pimpinan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok dan Metaliyana, mantan kepala Bagian Operasional terlibat korupsi dalam pembiayaan fiktif.

Dalam program kegiatan fasilitasi sarana dan alat bantu penangkapan ikan antara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dengan PT BPRS Babel Cabang Muntok, yang merugikan negara sebesar Rp5.6 miliar.

Kata Dharma, mereka sebagai penasehat hukum (PH) Kurniatiyah Hanom sangat menghormati putusan pengadilan yang salah satunya melakukan penyitaan terhadap aset kliennya.

"Namun sebagai PH, menilai proses ini cukup lambat karena harusnya masih banyak lagi aset yang harus disita, terutama agunan dari pembiayaan fiktif tersebut," kata Dharma Illahi, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Bangkapos.com, Selasa (31/8/2021)

Menurutnya, hal yang paling penting terkait masalah proses penyitaan ini, pihak penyidik harus sesuai dengan objeknya, jangan sampai salah objek dalam melakukan proses penyitaan ini.

Diberitakan sebelumnya, Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, menyita dua aset milik Kurniatiyah Hanom, di dua lokasi berbeda di Muntok, Bangka Barat, Selasa (31/8/2021).

Kedua aset milik mantan Pimpinan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok, disegel lantaran Kurniatiyah Hanom terlibat korupsi pembiayaan fiktif nasabah PT BPRS, bersama Metaliyana, mantan kepala Bagian Operasional sebesar Rp5.6 Miliar.

Aset yang disita di antaranya, dua unit rumah beserta surat tanah, di Jalan Kota Seribu, RT 03, RW 08 dan di Kampung Karanggan Atas, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, disita dan disegel oleh Tim Penyidik Pidsus.

Kepala Seksi (Kasi) Kejari Bangka Barat, Dr Agung Dheni Dwi Handes, mengatakan dua unit rumah dan tanah milik terpidana Kurniatiyah Hanom ini telah disita.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved