Breaking News:

CPNS

Pelamar CPNS Diwajibkan Tes Antigen, Wali Kota Satu Ini Berencana Gratiskan Tes Antigen

Pelamar CPNS Diwajibkan Tes Antigen, Wali Kota Satu Ini Berencana Gratiskan Tes Antigen

Editor: Teddy Malaka
bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Pemerintah Kota Pangkalpinang berupaya menggratiskan biaya rapid test antigen bagi para pelamar CPNS-nya yang akan mengikuti ujian seleksi kompetensi dasar (SKD).

Hal tersebut dilakukan karena Pemerintah Kota Pangkalpinang tidak ingin memberatkan pelamar kalau harus mengeluarkan biaya terlebih dahulu untuk mengikuti seleksi CPNS.

"Kami lagi proses untuk swab antigen itu gratis. Kami punya 2.500 (alat rapid test antigen--red) untuk pelamar CPNS, sementara itu ada lima ribuan peserta yang bakal ikut tes.

Untuk mencukupi kekurangan itu, kami sedang berupaya dengan PT Timah," kata Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil atau yang akrab disapa Molen, Senin (30/8).

Baca juga: Jarang Berhubungan Intim Bisa Berbahaya, Bagaimana Kalau Dokter larang Hubungan Suami Istri 15 Tahun

Baca juga: Gadis 21 Tahun Dirudapaksa Tiga Pria di Depan Kekasih, Tutup Mulut Bayar Rp 4 Juta, Ini Kisahnya

Baca juga: Presma UBB Akui Rekannya di Video Viral Tak Sopan, Tapi Tunjangan Dewan Naik Lebih Tak Beretika

"Jadi nanti kami upayakan gratis dan yang kita usahakan antigen biar semua pelamar kita gunakan. Jadi tidak memberatkan mereka. Kalau kita pemerintah ini pasti akan mengupayakan, tidak mungkin kita biarkan begitu saja," ujar Molen.

Sekadar diketahui, peserta seleksi CPNS 2021 wajib menjalani swab test real time polymerase chain reaction (RT PCR) atau rapid test antigen sebelum mengikuti ujian SKD yang dijadwalkan mulai 2 September 2021.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 perihal Penyampaian Jadwal SKD CPNS, Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru Tahun 2021, dan Rekomendasi Ketua Satgas Covid-19.

Artinya, syarat wajib menjalani swab test RT PCR atau rapid test antigen tak hanya berlaku untuk peserta ujian CPNS, tetapi juga bagi peserta ujian pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Syarat tersebut mendapat sorotan sejumlah pihak, bahkan ada pelamar CPNS yang berencana mundur dari seleksi.

"Ini kan kebijakan dari pusat, jadi mau tidak mau harus kita ikuti, tinggal kita menyikapinya di daerah agar yang ikut di Pangkalpinang ini tidak terlalu dibebankan. Jadi ini lagi proses, kita upayakan semoga tercukupi, jadi gratis semuanya," tutur Molen.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan, Mutasi, dan Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan, berdasarkan surat yang mereka terima, pelamar CPNS diwajibkan menjalani swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1x24 jam dengan hasil negatif atau nonreaktif, yang pelaksanaannya wajib sebelum mengikuti seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2021.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved