Breaking News:

Berita Kriminalitas

PH Kurniatiyah Hanom Nilai Penyitaan Aset Kliennya Dinilai Lambat, Dharma : Masih Banyak yang Disita

Penasehat Hukum (PH) Kurniatiyah Hanom, Dharma illahi menanggapi Tim Penyidik Pidsus Kejari Bangka Barat, menyita dua unit rumah dinilai lambat.

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Dok/Dharma Ilahi
Dharma Illahi, sekalu Penasehat Hukum (PH) Kurniatiyah Hanom 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penasehat Hukum (PH) Kurniatiyah Hanom, Dharma illahi menanggapi Tim Penyidik Pidsus Kejari Bangka Barat, menyita dua unit rumah milik kliennya dinilai lambat.

Penyitaan aset milik Kurniatiyah Hanom itu dilakukan lantaran ia selaku mantan Pimpinan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok dan Metaliyana, mantan kepala Bagian Operasional terlibat korupsi dalam pembiayaan fiktif.

Dalam program kegiatan fasilitasi sarana dan alat bantu penangkapan ikan antara Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dengan PT BPRS Babel Cabang Muntok, yang merugikan negara sebesar Rp5,6 miliar.

Baca juga: Baju Kaos Yang Lagi Ngetren Jadi Petunjuk, Polisi Tangkap 2 Pelaku Perusak Mesin ATM

Baca juga: Oknum PNS Kejari Dilaporkan Istrinya ke Kejati Gegara Kawin hingga 7 Kali, Dua Istri Tinggal Serumah

Kata Dharma, mereka sebagai penasehat hukum (PH) Kurniatiyah Hanom, sangat menghormati putusan pengadilan diantaranya melakukan penyitaan terhadap aset kliennya.

"Namun sebagai PH, menilai proses ini cukup lambat karena harusnya masih banyak lagi aset yang harus disita, terutama angunan dari pembiayaan fiktif tersebut," kata Dharma Illahi, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Bangkapos.com, Selasa (31/8/2021)

Menurutnya, hal yang paling penting terkait masalah proses penyiraan ini, pihak penyidik harus sesuai dengan objeknya, jangan sampai salah objek dalam melakukan proses penyitaan ini.

Sita Dua Rumah

Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, menyita dua aset milik Kurniatiyah Hanom, Selasa (31/8/2021).
Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, menyita dua aset milik Kurniatiyah Hanom, Selasa (31/8/2021). (Bangkapos.com/Yuranda)

Diberitakan sebelumnya, Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, menyita dua aset milik Kurniatiyah Hanom, di dua lokasi berbeda di Muntok, Bangka Barat, Selasa (31/8/2021)

Kedua aset milik mantan Pimpinan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok, disegel lantaran Kurniatiyah Hanom terlibat korupsi pembiayaan fiktif nasabah PT BPRS, bersama Metaliyana, mantan kepala Bagian Operasional sebesar Rp5,6 Miliar.

Aset yang disita di antaranya, dua unit rumah berserta surat tanah, di Jalan Kota Seribu, RT 03, RW 08 dan di Kampung Karanggan Atas, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok, disita dan disegel oleh Tim Penyidik Pidsus.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved