Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Suntik Booster untuk Nakes Pangkalpinang Masih Rendah, Kadinkes: Timbulkan Gejala Tak Bisa Serentak

Berdasarkan persentase baru 34,9 persen booster untuk nakes diberikan, atau sebanyak 798 orang dari total Nakes 2.500.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Edwardi
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Sungailiat mulai melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster bagi pegawai (tenaga kesehatan) yang ada, Jumat (13/8/2021) di gedung Eks OK RSUD Depati Bahrin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim menyebut, cakupan vaksinasi ketiga atau penyuntikan (booster) khusus untuk tenaga kesehatan di Kota Pangkalpinang masih terbilang rendah.

Berdasarkan persentase baru 34,9 persen booster untuk nakes diberikan, atau sebanyak 798 orang dari total Nakes 2.500.

Kata Hakim, penyuntikan booster untuk nakes memang tidak bisa diberikan secara sekaligus sebab booster Moderna menimbulkan gejala.

"Kalau sampai saat ini booster untuk Nakes kita memang masih rendah, baru 34,9 persen dari target jumlah Nakes yang ada. Karena booster ini bergejala kita tidak bisa sekaligus penyuntikan jadi bertahap. Kalau semua Nakes kita sakit lalu siapa yang berjaga di rumah sakit atau Puskesmas," ungkap Hakim kepada Bangkapos.com, Selasa (31/8/2021).

"Ada juga beberapa Nakes yang ikut booster di rumah sakit Bhayangkara sehingga terhitung capaian vaksinasi Bangka Tengah. Dan masih ada yang menunggu tiga bulan setelah terpapar covid-19," lanjutnya.

Hakim menuturkan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang paling banyak dirasakan oleh penerima vaksin Moderna adalah nyeri di tempat suntikan.

Menurutnya, sejauh ini belum ada KIPI berat atau serius pada vaksin Moderna. Namun, berdasarkan penelitian vaksin Moderna memang menimbulkan KIPI 10 Persen pasca penyuntikan.

"Seperti sakit kepala, mual, muntah, mialgia, artralgia dan kekakuan. Nyeri pada tempat suntikan, kelelahan, kedinginan, dan demam umumnya seperti sakit itu lah. Kalau berdasarkan penelitian memang berpitensi 10 persen ada KIPI tapi ringan tidak berat, umunya lebih tinggi pada penyuntikan dosis kedua," sebutnya.

Menurutnya, adapun alasan pemberian booster ini didasarkan atas tingginya risiko yang dihadapi para nakes di saat gelombang infeksi virus corona apalagi varian Delta.

Selain itu, vaksin Covid-19 produksi Moderna akan diperuntukkan bagi publik yang belum mendapatkan vaksinasi sama sekali bukan penyuntikan ketiga.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved