Breaking News:

bangka pos hari ini

Kejari Bangka Barat Telusuri Aset Milik Terpidana Kasus Korupsi PT BPRS Cabang Muntok

penyitaan sesuai dengan status Kurniatiyah Hanom sebagai terpidana yang terlibat korupsi

Editor: Agus Nuryadhyn
Bangkapos.com/Yuranda
Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, menyita dua aset milik Kurniatiyah Hanom, Selasa (31/8/2021). 

BANGKAPOS.COM - Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, menyita dua aset milik Kurniatiyah Hanom, di dua lokasi berbeda di wilayah Muntok, Selasa (31/8/2021).

Diketahui, Kurniatiyah merupakan mantan Pimpinan PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok, yang terlibat korupsi pembiayaan fiktif nasabah PT BPRS, bersama Metaliyana, mantan Kabag Operasional sebesar Rp5,6 miliar.

Aset yang disita di antaranya, dua unit rumah berserta surat tanah, di Jalan Kota Seribu, RT 03, RW 08 dan di Kampung Karanggan Atas, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok.

Baca juga: Putra Ahok Akan Lapor Balik Ayu Thalia Jika Tidak Minta Maaf, Nicholas Sean Merasa Difitnah

Kasi Pidsus Kejari Babar, Agung Dheni Dwi Handes mengatakan penyitaan sesuai dengan status Kurniatiyah Hanom sebagai terpidana yang terlibat korupsi dalam program kegiatan fasilitasi sarana dan alat bantu penangkapan ikan antara Pemkab Babar dengan PT BPRS Cabang Muntok.

"Kami bersama dengan PT BPRS, sudah menyita dua rumah yang merupakan aset jaminan digunakan untuk pembiayaan fiktif. Di mana kedua rumah tersebut sudah dialihkan kepada terpidana Kurniatiyah Hanom," kata Agung, Selasa (31/8/2021).

Diakuinya, Tim Penyidik Pidsus, terus melakukan penelusuran aset yang dimiliki Kurniatiyah Hanom.

"Aset yang kami sita ini untuk dijadikan barang bukti dalam pengembangan perkara BPRS pada ketiga tersangka yang sedang kita tangani saat ini. Untuk objek yang akan kami sita kembali, sudah didapatkan semua tinggal mencari titik lokasinya di mana," ucapnya.

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Dituding Selingkuhi Istri Keponakan, Isi Chat Menjijikkan Jadi Bukti

Sebelumnya, pihaknya juga telah menyita aset milik Kurniatiyah Hanom dan Metaliyana.

Di antaranya, satu unit mobil Toyota Fortuner, satu unit sepeda motor, rumah di Graha Puri Pangkalpinang, dan tanah di Menjelang Muntok, Bangka Barat.

"Untuk rumah dan tanah masih dalam proses lelang. Sedangkan untuk mobil dan motor sudah laku, dan sudah kami serahkan kepada PT BPRS, sebagai uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp5,6 miliar," jelasnya.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah aset yang disita ini bakal menutupi kerugian yang mencapai Rp5,6 miliar.

"Paling tidak bisa mengurangi kerugian negara, setelah aset dilelang nantinya," jelasnya.

Baca juga: PH Kurniatiyah Hanom Nilai Penyitaan Aset Kliennya Dinilai Lambat, Dharma : Masih Banyak yang Disita

Dharma Illahi, Penasehat Hukum (PH) Kurniatiyah Hanom mengatakan sangat menghormati putusan pengadilan yang salah satunya melakukan penyitaan terhadap aset kliennya.

"Namun sebagai PH, kami menilai proses ini cukup lambat karena harusnya masih banyak lagi aset yang harus disita, terutama agunan dari pembiayaan fiktif tersebut," kata Dharma.

Menurutnya, hal yang paling penting terkait proses penyitaan ini, pihak penyidik harus sesuai dengan objeknya.

"Jangan sampai salah objek dalam melakukan proses penyitaan ini," tegasnya. (ynr)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved