Breaking News:

bangka pos hari ini

Penyelenggara Kesulitan Atur Jadwal Penyuntikan Vaksin di Belitung

Saat ini di Belitung ada lebih dari 100 orang vaksinator, termasuk klinik swasta, puskesmas, dan KKP

Editor: Agus Nuryadhyn
Tribunnews/Herudin
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 (ilustrasi) 

BANGKAPOS.COM - Vaksinasi Covid 19 di Belitung terkendala stok ketersediaan vaksin.

Hal ini menyebabkan penyelenggara vaksinasi kesulitan mengatur jadwal penyuntikan vaksin.

Padahal antusiasme masyarakat terhadap vaksinasi terbilang tinggi.

"Ada gap antara ketersediaan vaksin dan jumlah sasaran. Ketersediaan vaksin ini belum bisa menutupi kebutuhan masyarakat. Contohnya ketika sebulan lalu (Juli) dapat 10 ribu dosis, ternyata 28 hari kemudian tidak hadir 10 ribu dosis untuk suntikan kedua," kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono, Selasa (31/8/2021).

"Berarti kekurangan, sehingga vaksin yang datang dari provinsi selama Agustus ini digunakan untuk menutupi kebutuhan suntikan kedua. Vaksin Sinovac akhirnya belum bisa digunakan untuk suntikan pertama. Padahal sasaran yang mau suntikan pertama sudah banyak yang antre," imbuhnya.

Baca juga: Airlangga : Mobilitas di Sejumlah Wilayah Luar Jawa-Bali Perlu Terus Ditekan

Baca juga: Inilah Aturan Perjalanan Darat, Laut, dan Udara 31 Agustus-6 September

Per hari ini, misalnya, se Belitung hanya tersisa 12 vial vaksin yang ada di Puskesmas Air Saga. Rencananya vaksin itu akan digunakan penyuntikan kepada sasaran pada Kamis (2/9/2021) nanti.

Sementara itu buat tenaga vaksinator, kata Joko, masih mencukupi. Saat ini di Belitung ada lebih dari 100 orang vaksinator, termasuk klinik swasta, puskesmas, dan KKP.

Dalam sehari, rata rata satu tempat pelayanan vaksinasi menargetkan 250 orang.

Saat ini, ada 10 tempat pelayanan vaksinasi Covid 19 yang aktif. Terdiri dari 9 puskesmas dan pelayanan vaksin oleh KKP (kantor kesehatan pelabuhan).

Mempertimbangkan jumlah sasaran dan tenaga vaksinator, lanjut dia, sebenarnya vaksinasi bisa cepat dilakukan. Dengan asumsi ketersediaan vaksin cukup, agar mencapai herd immunity atau 70 persen penduduk tidak membutuhkan waktu lama. Bahkan hanya diperlukan waktu sebulan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved