Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Satgas Covid-19 dan APKLI Babel Lakukan Kesepakatan, PKL Pasar Malam Kembali Dapat Berjualan

Kesepakatan tersebut berkaitan dengan pedagang kaki lima yang diperbolehkan beroperasi di pasar malam adalah yang berjualan makanan dan minuman

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Suasana pasar yang masih saja dipenuhi oleh pedagang kaki lima 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung telah melakukan kesepakatan bersama dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Bangka Belitung, pada Rabu (1/9/2021) di Kantor BPBD Babel.

Kesepakatan tersebut berkaitan dengan pedagang kaki lima yang diperbolehkan beroperasi di pasar malam adalah yang berjualan makanan dan minuman dan jualan lainya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, kesepakatan dilakukan karena karena wilayah Babel masuk dalam level 1, 2 dan 3 dalam rangka pemberdayaan masyarakat sehingga perlu diambil langkah memberikan kelonggaran ke para pedagang kaki lima.

"Kelonggaran itu seperti dapat berjualan dari sore, sampai 22.00 WIB untuk daerah PPKM level 1, 2 dan 3 selain Kabupaten Bangka yang satunya masuk dalam Level 4," jelas Mikron yang juga Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Babel ini, kepada Bangkapos.com, Rabu (1/9/2021).

Dia menambahkan, dengan kelonggaran diharapkan dapat membantu PKL yang berjualan di pasar malam untuk dapat mencari nafkah dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.

"Kota ini untuk wilayah yang hanya PPKM level 4 di Kabupaten Bangka, sedangkan wilayah zona merah ada di Belitung Timur, bedanya zona itu berkaitan dengan resiko penularan di masyarakat. Berbeda dengan PPKM yang merupakan pembatasan kegiatan masyarakat sesuai intruksi Mendagri,"jelasnya.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Bangka Belitung, Mangimpal Lumbantoruan, mengatakan, demgan kesepakatan tersebut banyak PKL pasar malam bisa dibuka kembali.

"Karena selama ini dari 80 titik pasar malam yang kita kelola hanya ada 7 tujuh yang buka. Selama satu bulan terakhir, bahkan di satu desa, Desa Lubuk sudah setahun tidak berjalan. Sehingga sebagai asosiasi menungi mereka memperjuangkan tahapan audiensi dengan DPRD, gubernur dibuat juga kesepahaman dengan Satgas Covid-19 Babel," jelas Mangimpal.

Dengan adanya kesepakatn tersebut, kata Mangimpal, PKL yang berjualan di pasar malam diperbolehkan kembali berjualan terutama untuk wilayah masuk dalam level 1,2 dan 3 dengan ketentuan pengunjung hanya 50 persen dan mengedepankan taat pada protokol kesehatan.

"Harapan kami PKL ini bisa berjualan kembali tentu ini akan membangkitkan gairah kawan-kawan karena selama ini pakum tanpa penghasilan," terangnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved