Breaking News:

Tanpa Perencanaan Matang, Pembangunan Wilayah Bakal Tanpa Arah

PANGKALPINANG - Dengan luas daratannya hanya 20% dari luas wilayahnya, ditambah 1/3 luas daratannya merupakan wilayah Izin

Editor: Fery Laskari
Diskominfo Babel
Gubernur Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Luas daratannya hanya 20 persen dibanding luas wilayahnya, ditambah 1/3 luas daratannya merupakan wilayah izin usaha pertambangan (IUP) menjadi tantangan yang harus di hadapi Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Hal tersebut dikatakan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat memberikan sambutan dalam Acara Pengukuhan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Komisariat Babel secara virtual, Rabu (1/9/2021).

"Belum lagi, aturan pemerintah pusat yang memperbolehkan IUP pertambangan beroperasi di kawasan tepi laut, sehingga di mana lagi ruang untuk nelayan melaut," tegasnya.

Oleh karenanya, ia menilai peran IAP yang di dalamnya beranggotakan lulusan sarjana teknik planologi yang ahli di bidang perencanaan sebuah kota sangatlah penting, khususnya untuk Negeri Serumpun Sebalai yakni dalam mengintegrasikan aturan dalam Perda RTRW dengan RZWP3K. 

Gubernur berharap IAP sebagai dasar untuk memberikan masukan kepada seluruh stakeholder, khususnya kepada kepala daerah, DPRD dan masyarakat. Itu semua akan memberikan warna tersendiri sehingga pembangunan tak terkotak-kotak, namun saling terkoneksi.

"Tantangan IAP Babel yakni bagaimana mengintegrasikan RTRWP terhadap RZWP3K yang harus diwujudkan dalam suatu konsep yang baik dan benar, agar lebih komprehensif, berkolerasi, dan terkoneksi," jelasnya.

"Sehingga IAP tak hanya mengurus sertifikasi saja, namun kehadiran IAP harus memberikan kontribusi yang besar untuk pembangunan pengembangan di Babel," lanjutnya.

Menurut gubernur, tanpa perencanaan yang matang pembangunan ini akan carut marut alias tanpa arah. Ia mencontohkan pelaksanaan konstruksi saluran yang sering dibongkar akibat carut marutnya kegiatan pemasangan baik itu kabel PLN, pipa PDAM, kabel fiber optik dan lain sebagainya.

"Janganlah kita terus berbongkar-bongkar, mau pasang kabel PLN dibongkar, pasang pipa PDAM dibongkar lagi, kabel fiber obtik, dibongkar lagi. Kapan mau rapinya? Berapa uang negara yang dikeluarkan untuk itu," ujarnya.

Inilah peran IAP yang dimaksud dengan memberikan masukan perencanaan yang baik sewaktu proses pelebaran jalan dengan sudah mempersiapkan ruangan untuk menaruh kabel dan utilitas lainnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved