Breaking News:

bangka pos hari ini

Bareskrim Mabes Polri Segel 15 Ponton Rajuk di Gantung, Aktifitas TI Sudah Lama Beroperasi

saat penyegelan berlangsung tidak ditemukan ada aktivitas dan operasional tambang ilegal tersebut

Editor: Agus Nuryadhyn
istimewa
Tim Bareskrim Polri menertibkan tambang timah ilegal dan mengamankan 15 uni pontong TI Rajuk yang beroperasi di Kawasan Wisata Rumah Keong, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Senin (30/8/2021). 

BANGKAPOS.COM -  Sebanyak 15 ponton rajuk di Kawasan Wisata Rumah Keong, Desa Lenggang, Gantung, Belitung Timur disegel Tim Bareskrim Polri, Senin (30/8/2021).

Kapolres Belitung Timur AKBP Taufik Noor Isya saat ditemui harian ini di kantornya, Rabu (1/9/2021).

Taufik menjelaskan bahwa  saat itu dihubungi oleh Tim Bareskrim Polri terkait giat tersebut dan langsung mengarahkannya kepada Kasat Serse dan Kapolsek untuk melakukan pendampingan dan back up kegiatan.

"Sementara ini informasinya itu. Dari Bareskrim Polri akan melakukan pendalaman kembali terkait dengan aktivitas tersebut. Saya sendiri belum sempat berkomunikasi dengan tim," kata Taufik.

Baca juga: Tukang Kayu Jadi Polisi Gadungan, Tipu 5 Janda Muda Hingga Hamil, Sang Ayah Ungkap Fakta Mengejutkan

Dia mengungkapkan saat penyegelan berlangsung tidak ditemukan ada aktivitas dan operasional tambang ilegal tersebut.

Namun, dirinya akan memastikan lagi setelah bertemu dengan timnya.

"Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan ke rekan media terkait siapa pemiliknya dan lainnya," kata Taufik yang juga pernah menjabat sebagai penyidik Tipidter Bareskrim Polri sebelum menjabat Kapolres Belitung Timur itu.

Taufik mengatakan akan tetap mengikuti dan mendukung tim untuk melakukan tugasnya karena pihak polres sendiri sifatnya hanya membackup.

Baca juga: Kabupaten Bangka Masih PPKM Level 4, Sejumlah Ruas Jalan Ini Dilakukan Penyekatan

Diketahui aktivitas tambang ilegal ini sudah lama beroperasi di lokasi tersebut dan sekitarnya.

Masyarakat sekitar mengeluhkan aktivitas ponton rajuk tersebut yang membuat ekosistem Sungai Lenggang terganggu.

Sementara itu Bupati Belitung Timur Burhanudin tampak terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan wartawan. Namun, setelahnya tidak berkomentar banyak.

Baca juga: Tegas, Gubernur FH UBB: Pergub Tunjangan Perumahan dan Transportasi Anggota DPRD Babel Bisa Dicabut

"Kita lihat nanti perkembangannya seperti apa dari kepolisian," kata Burhanudin singkat.

"Nanti kita lihat, ya. Prosesnya kan sedang berjalan masih dilakukan pendalaman dari polisi," jelas Burhanudin. (mg1)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved