Breaking News:

Opini

Batasan dan Etika dalam Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi

Kebebasan berpendapat dan berekspresi tersebut merupakan hak dasar dari hak asasi manusia yang melekat pada diri seseorang,

Editor: Agus Nuryadhyn
Bangkapos/ Ardhina Trisila Sakti
ilustrasi-Gambar mural Shendyka Fazrin di Bandara Depati Amir. 

Triana Noviani, S.Pd
Guru di SMK Negeri 2 Koba, Bangka Tengah

BANGKAPOS.COM - Beberapa waktu belakangan ini kita terus disuguhkan pemberitaan mengenai viralnya beberapa mural yang dianggap sebagai kritikan, terhadap pemerintah ataupun hinaan lambang negara.

Indonesia sendiri memang merupakan negara hukum yang demokratis.

Oleh sebab itu, sebagai negara yang demokratis, tentunya Indonesia telah menjamin kemerdekaan seluruh warganya, dalam menyampaikan kebebasan berpendapat dan berekpresi dimuka umum, yang diatur didalam peraturan perundang-undangan.

Kebebasan berpendapat dan berekspresi tersebut merupakan hak dasar dari hak asasi manusia yang melekat pada diri seseorang, yang sudah ada sejak ia lahir dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

Sebab sudah menjadi hak milik pribadi dan dijamin oleh negara, untuk melindungi setiap warganya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Bahkan sebelum dideklarasi oleh PBB pada tahun 1948, Indonesia telah membuat pernyataan yang mengangkat hak-hak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Baca juga: Mendagri Puji Terobosan Gubernur Babel Tangani Pandemi Covid-19

Deklarasi ini pada prinsipnya terkandung dalam pembukaan UUD 1945 dan ini merupakan sumber normatif bagi hukum positif Indonesia, dalam pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa “kemerdekaan adalah hak segala bangsa”, dalam pernyataan ini terkandung pengakuan secara yuridis hak-hak asasi manusia.

Kebebasan berpendapat dan berekspresi tersebut juga telah tertuang dalam pasal 28E huruf 2 dan 3 Bab XA tentang Hak Asasi Manusia dalam UUD tahun 1945 yang berbunyi : (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Sebagaimana yang ditulis oleh Marwandianto dan Helmi Ardani Nasution dalam jurnal yang berjudul Hak atas Kebebasan Berpendapat dan Berekpresi dalam Koridor Penerapan Pasal 310 dan 311 KUHP (No 1 April 2020, halaman 2) menyatakan bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi dinilai penting karena empat hal yaitu :

(1) kebebasan berekspresi penting sebagi cara untuk menjamin pemenuhan diri seseorang dan juga untuk mencapai potensi maksimal seseorang.

(2) untuk pencarian kebenaran dan kemajuan pengetahuan atau dengan kata lain seseorang yang mencari pengetahuan dan kebenaran harus mendengar semua sisi pertanyaan, mempertimbangkan seluruh alternatif, menguji penilaiannya dengan menghadapkan penilaian tersebut kepada pandangan yang berlawanan, serta memanfaatkan berbagai pemikiran yang berbeda seoptimal mungkin.

Halaman
123
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved