bangka pos hari ini
Pembangunan Penyimpnan Liquid Oksigen Dianggarkan Rp4,9 Miliar
kebutuhan oksigen di rumah sakit darurat Covid 19 per hari mencapai 240 tabung oksigen. Sehingga, harus ekstra menyediakan ketersediaan oksigen.
BANGKAPOS.COM - Rumah Sakit Darurat Covid 19 di area Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Bangka Belitung akan membangun penyimpan liquid oksigen atau liquid oxygen storage.
Nantinya, penyimpanan ini mampu menampung oksigen hingga 20 ton yang bisa dihabiskan dalam kurun waktu dua minggu.
Plt Direktur RSUP Ir Soekarno, dr Bahrun Siregar mengatakan pembangunan penyimpan liquid oksigen ini akan menghabiskan anggaran Rp4,9 miliar dengan menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT).
"Kemarin gubernur meninjau rumah sakit kita, meminta penambahan tempat tidur sehingga oksigen perlu ditambah juga. Oksigen cair kita tampung kemudian kita olah, dan kita distribusikan ke rumah sakit kita," ujar Bahrun saat Dialog bersama Bangka Pos di Rumah Sakit Darurat Covid 19, Selasa (31/8/2021).
Baca juga: Rangkaian Kunker Mendagri di Bangka Belitung, Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di SMAN 2 Pangkalpinang
Diakuinya, penampung liquid oksigen ini akan dibuat dekat area instalasi penanganan Covid 19 di rumah sakit tersebut.
"Target secepatnya, dewan sudah menyetujui, sekarang sudah dibuat pondasinya, semoga segera selesai," katanya.
Ia menjelaskan kebutuhan oksigen di rumah sakit darurat Covid 19 per hari mencapai 240 tabung oksigen. Sehingga, harus ekstra menyediakan ketersediaan oksigen.
Memang diakuinya, beberapa waktu lalu memang sempat terjadi kekurangan stok oksigen.
"Alhamdulilah sekarang sudah aman, kita juga banyak menerima sumbangan oksigen konsentrator dan tabung oksigen, tentu ini sangat membantu karena ISO 2 kita itu yang menangani pasien bergejala berat sangat membutuhkan oksigen," tambahnya.
Baca juga: Pasien Covid 19 di Ruang Isolasi Ditunggui, Secara Psikoligis Akan Membuat Lebih Kuat
Baca juga: ANEH: 3 Kali Tes Antigen, Ali Tetap Tak Tertular Meski 14 Hari Rawat Istri yang Positif Covid-19
Diketahui, Rumah Sakit Darurat Covid 19 menyediakan 100 tempat tidur untuk pasien terpapar Covid 19. Dengan kriteria, 25 tempat tidur untuk pasien bergejala berat dan 75 tempat tidur untuk pasien bergejala ringan sedang.
"Untuk penanganan pasien bergejala berat memang perlu peralataan khusus terutama oksigen. Biasanya mereka komorbid, paling banyak itu hipertensi dan diabates miletus, sehingga perlu penanganan khusus dengan dokter spesialis. Apalagi untuk pasien yang sedang hamil membutuhkan oksigen 4 10 kali dibandingkan pasien biasanya," kata Bahrun.
Ia menambahkan untuk kasus kematian biasanya pasien yang kondisi dari awal sudah parah atau punya komorbid.
"Tetapi jika tidak ada penyakit biasanya lebih cepat untuk sembuh. Memang hampir setiap hari ada pasien masuk karena terpapar Covid 19 dan banyak juga yang sembuh maka bisa keluar bila sudah selesai menjalankan karantina," ujarnya. (s2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210901-plt-direktur-rsup-ir-soekarno-bangka-belitung-dr-bahrun-siregar.jpg)