Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Setelah Tarif PCR Turun, Labkesda Bangka Belitung Turunkan Tarif Rapid Test Antigen Hanya Rp 100.000

UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, telah menyampaikan harga pemeriksaan Polimerase Chain Reaction

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Labkesda, Provinsi Bangka Belitung, Sujari. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, telah menyampaikan harga pemeriksaan Polimerase Chain Reaction (PCR) dengan tarif Rp 500.000 telah diberlakukan pada 18 Agustus 2021 lalu.

Selain itu, Labkesda Bangka Belitung menyampaikan tarif pemeriksaan rapid tes Antigen mengalami penurunan sebelumnya Rp 160.000 menjadi hanya Rp 100.000.

Demikian disampaikan Kepala Labkesda, Provinsi Bangka Belitung, Sujari, menyebutkan penurunan tarif rapid test antigen berdasarkan surat edaran dari Kementrian Kesehatan nomor HK.02.02/I/3065/2021 terkait batas tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Diagnostic test antigen (RDT-Ag).

"Dalam edaran tersebut untuk pemeriksaan rapid test antigen di luar pulau Jawa dan Bali sebesar Rp 109.000. Kemudian kita tetapkan tarif di Labkesda Babel Rp 100 ribu, dimulai 2 September 2021," jelas Sujari kepada Bangkapos.com, Jumat (3/8/2021) di tempat kerjanya.

Baca juga: Tujuh Amalan Luar Biasa di Hari Jumat, Dibalas Langsung oleh Allah Hingga Terbukanya Pintu Rezeki

Baca juga: Ibu Ini Mau Minjam Uang untuk Beli Susu Anaknya, Malah Ketemu Baim Wong di Jalan

Dia menambahkan, untuk jam operasional pemeriksaan rapid test antigen dilakukan jam kerja dan hasil dapat ditunggu selama 30 menit.

"Dengan adanya tarif baru ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam upaya memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan, seduai jam operasional kita dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB," kata Sujari.

Dia menambahkan untuk pemeriksaan setiap harinya, Labkesda Bangka Belitung mampu memeriksa hingga 150 orang setiap hari.

"Setiap hari stabil yang datanf untuk tes sebanyak Rp 150 orang. Kebanyakan tes antigen ketimbang Swab PCR," jelasnya.

Sujari, menjelaskan setiap biaya tes PCR dan rapid test antigen masuk dalam pendapatan daerah yang mulai diaktifkan pada Juni 2021.

"Kalau PCR dan antigen tidak ada target penerimaan, hanya ada pada penghasilan laboratorium daerah ada Rp 2,6 miliar targetnya. Karena Labkesda ada laboratoriumnya tidak hanya pemeriksaan PCR, tetapi memeriksa air dan pemeriksaan lainnya itu ada tarifnya," katanya.

Baca juga: Cinta Tak Direstui, Sepasang Kekasih Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Hotel, Nekat Akhiri Hidup

Baca juga: Jarang Berhubungan Intim Bisa Bikin Penyakit, Kalau Rutin Ternyata Bisa Sembuhkan Banyak Penyakit

Sujari mengakui,  pihaknya belum dapat semaksimal mungkin melayani masyarakat dengan baik karena keterbatasan alat dengan banyaknya sampelnya yang masuk setiap hari.

"Kita ingin membantu meringankan beban kalau di luar kan sedikit mahal. Kita tidak bisa melayani penuh, karena Labkesda juga membantu tracing dari kabupaten/kota. Sehingga jam layanan untuk tes PCR berbayar hanya dua jam, dari pukul 08.00 WIB-10.00 WIB, tetapi tes antigen sampai sore juga kita lakukan karena prosesnya cepat, sementara PCR lama karena ada proses laboratoriumnya," ucapnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved